Tim Wasev Tegaskan Masyarakat Bekerja dengan Kesadaran Sendiri di TMMD Desa Tlahab


TINJAU TMMD : Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Markas Besar TNI Angkatan Darat, Brigadir Jenderal Joko Warsito melakukan peninjauan pelaksanaan program TMMD Reguler ke 104 di Desa Tlahab Kecamatan Kledung, Temanggung, Kamis (14/3) pagi.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Markas Besar TNI Angkatan Darat, Brigadir Jenderal Joko Warsito menegaskan, masyarakat yang turut serta dalam kegiatan
TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), memang berangkat dari kesadaran masing-masing. Semangat gotong royong terus ditumbuhkan agar kebersamaan, membangun semangat persatuan dan kesatuan tidak pernah luntur.

"Apakah bapak ibu dipaksa dalam menjalankan kegiatan perkerasan jalan maupun program fisik di TMMD ini, oleh bapak Dandim atau anggota TNI," tanyanya kepada warga masyarakat yang melakukan kerja bakti membuat perkerasan Jalan Wisata Posong, saat melakukan peninjauan pelaksanaan program TMMD Reguler ke 104 di Desa Tlahab Kecamatan Kledung, Temanggung, Kamis (14/3) pagi.

Dalam kesempatan itu, Tim Wasev didampingi Komandan Korem 072 Pamungkas Brigjen TNI M Zamroni, Komandan Kodim 0706 Temanggung Letkol Inf Albertus Yostina David Alam dan Bupati Muhammad Al Khadziq serta sejumlah pejabat organiasi perangkat daerah (OPD) terkait. " Program TMMD ini harus berjalan sesuai rencana dengan tujuan akhir untuk meningkatkan kesejahteran rakyat," pintanya.

Hal ini juga sekaligus untuk memantapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat, guna menunjang stabilitas nasional. Berbagai proyek yang ditinjau antara lain pembangunan rehab rumah tidak layak huni (RTLH), blok trasah jalan, talud dan gorong-gorong. Joko Warsito juga mengatakan TMMD juga merupakan salah satu wujud operasi bhakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan departemen, lembaga pemerintah non departemen.

Selain itu juga menggandeng pemerintah daerah serta komponen bangsa lainnya, yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat. Karenanya program TMMD harus berjalan sesuai perencanaan, persiapan hingga pelaksanaan sehingga hasilnya berkualitas baik sasaran fisik maupun non fisik. Dengan demikian, berbagai sasaran proyek yang dikerjakan berdampak positif, untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat agar hidupnya semakin sejahtera.

Diungkapkan, kunjungan Tim Wasev Mabes TNI Angkatan Darat bertujuan untuk melihat langsung di lapangan mengenai pelaksanaan program TMMD regular ke 104 yang berlangsung di Tlahab. Dengan demikian bisa diperoleh gambaran yang konkret, guna memastikan bahwa TMMD berjalan sesuai rencana dan tuntas tanpa menyisakan pekerjaan. Program TMMD juga harus diarahkan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

Selain itu juga meningkatnya kesehatan lingkungan dan memantapkan kerukunan antar umat beragama dalam rangka mencegah terjadinya konflik Sara, radikalisme, terorisme dan intoleransi. Selain itu masyarakat desa harus terus didorong berkreasi dan berinovasi dalam berbagai usaha sesuai potensi desa agar hidupnya makin sejahtera. Setelah melihat langsung di lapangan , pelaksanaan program TMMD baik sasaran fisik maupun non fisik berjalan sesuai rencana.

Diharapkan seluruh sasaran yang dikerjakan bisa diselesaikan secara tuntas tepat waktu dan tepat mutu, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Senada, Komandan Kodim Letkol David Alam selaku Komandan Satgas TMMD ke-104 dalam paparannya menjelaskan, program TMMD di Desa Tlahap menggarap blok trasah jalan panjang 1.431 meter lebar 3 meter, talud 6 titik, gorong-gorong tujuh unit, drainase satu titik dan rehab rumah tidak layak huni empat unit.

Selain itu juga melaksanakan sasaran non fisik berupa penyuluhan tentang kenakalan remaja, bela Negara, pernikahan dini, pengelolaan sampah, kesehatan masyarakat, pertanian dan perkebunan HIV/Aids, narkoba dan pemutaran film layar cancap/hiburan masyarakat. Untuk menggarap seluruh proyek yang dikerjakan melibatkan SSK 110 orang, staf satgas 15 orang, tim asistensi 25 orang, Polres Temanggung 10 orang, Linmas 10 orang dan masyarakat 350 orang.

Sedang biaya pengerjaan sebesar Rp 1.322.828.500 bersumber dari anggaran PJO Rp 323.900.000, APBD Provinsi Rp 160.000.000, APBD Kabupaten Rp 750.000.000 dan swadaya masyarakat Rp 88.928.500. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.