TNI Komitmen Jaga Netralitas, Istri TNI dan ASN Kodim Diajak Tolak Politik Uang


Relawan Demokrasi Pemilu Tri Utoro menyampaikan kartu suara dihadapan istri TNI dan ASN Kodim di halaman Makodim setempat, belum lama ini.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Jajaran Kodim 0707/Wonosobo menegaskan komitmen untuk menjaga situasi dan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat, sepanjang pelaksanaan pemilihan umum, Pileg dan Pilpres 2019 yang bakal digelar 17 April mendatang, tetap kondusif. Selain menyukseskan pemilu dengan kesiapan menjaga kamtibmas agar selalu kondusif, Dandim 0707, Letkol Czi Fauzan Fadli juga menegaskan netralitas TNI sudah tidak mutlak dan tidak dapat ditawar lagi.

“Jajaran TNI sudah tegas tidak mendukung pasangan calon presiden maupun para calon anggota legislatif, namun untuk upaya pengamanan kami maksimal demi suksesnya Pemilu Serentak 2019,” tegas Dandim dalam acara Komunikasi Sosial dengan Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Candra Kirana dan ASN Kodim, belum lama ini. Keharusan untuk aparat TNI netral di Pemilu 2019 dibenarkan relawan demokrasi basis keagamaan, Tri Utoro.

Menurut Tri, apabila aparat TNI mendukung paslon Capres-Cawapres maupun caleg, akan menjadi pelanggaran yang berkonsekuensi hukum. “Karena itu dalam acara ini kami dari relawan demokrasi mengapresiasi komitmen Dandim dan jajaran Kodim 0707 Wonosobo yang menegaskan netralitasnya, serta komitmen untuk menyukseskan pemilu,” tutur Tri Utoro. Sedangkan bagi para istri tentara yang tergabung dalam Persit KCK maupun ASN Kodim, Tri menyebut mereka termasuk warga sipil yang memiliki hak pilih dalam pemilu.

Sehingga, pihaknya mengimbau agar pada 17 April mendatang tetap datang ke TPS untuk menggunakan hak suaranya. “Bagi yang hendak pindah tempat memilih, juga tersedia formulir A5, tapi memang batas waktunya adalah tanggal 17 Maret lalu,” jelasnya. Sebagai warga Negara yang baik, Tri juga menyebut anggota Persit maupun ASN Kodim selayaknya memahami kesuksesan pemilu sangat tergantung pada kesadaran untuk menggunakan hak mereka.

“Kami berharap agar Persit KCK juga turut berpartisipasi aktif dalam menyosialisasikan pemilu damai dan tolak money politik demi terciptanya Pemilu yang berkualitas dan semoga dapat melahirkan para penyelenggara negara yang bersih dan kompeten,” tandasnya. Turut disosialisasikan kepada para istri tentara dan ASN mengenai lima warna kartu suara dalam pemilu 2019, antara lain, warna abu-abu untuk Capres-Cawapres, warna merah untuk DPD RI, warna kuning untuk DPR RI, warna biru untuk DPRD Provinsi dan warna hijau untuk DPRD Kabupaten atau Kota. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.