Aksesbilitas TPS Pemilu Diminta Ramah Disabilitas, Jumlah Penyandang Disabilitas 1.593 Pemilih


MASUKAN SURAT SUARA : Penyandang disabilitas netra di wilayah Temanggung melakukan simulasi proses pencoblosan dan memasukan surat suara dibantu petugas KPU Temanggung.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Temanggung yang telah masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu Serentak 2019 mencapai sebanyak 1.593 pemilih. Mereka mengharapkan penyelenggara pemilu memastikan hak berpolitik para penyandang disabilitas dapat terakomodasi, seperti halnya memfasilitasi tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh wilayah agar ramah disabilitas.

Salah seorang penyandang disabilitas, Galeh Sulistiawan mengungkapkan, seperti diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 2018 dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 pasal 5, penyandang disabilitas berhak memilih, dipilih dan menjadi penyelenggara pemilu. Di Temanggung, jumlah DPT untuk penyandang disabilitas sebanyak 1.593 pemilih. "Jumlahnya cukup banyak penyandang disabilitas di Temanggung," ungkap penyandang disabilitas netra itu.

Menurut dia, penyandang disabilitas memiliki peranan penting dalam Pemilu Serentak 2019, guna menentukan nasib negara untuk lima tahun kedepan. Karena, pemimpin yang jujur, bersih, profesional dan mau mengayomi rakyat. Pastinya suatu negara akan mengalami perkembangan yang baik. "Karena itu, memilih calon pemimpin tidak boleh main-main atau asal coblos. Apalagi, sampai ada niat untuk golput (golongan putih-red)," beber dia.

Bahkan, menurut dia, para penyandang disabilitas juga rutin mendengarkan radio maupun berita televisi untuk mengenal rekam jejak para calon melalui visi misi yang dipaparkan. Informasi tersebut, menjadi pertimbangan memilih calon pemimpin. “Bagi saya sangat penting demi kemajuan dan mundurnya negara itu ditentukan oleh pesta demokrasi sekarang dan untuk menggali informasi visi misi, khususnya para calon presiden dan wakil presiden," tutur dia.

Sementara itu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Temanggung, Henry Sofyan menyebutkan, untuk memastikan hak berpolitik para penyandang disabilitas, simulasi pencoblosan bagi penyandang disabilitas netra telah dilakukan. "Simulasi memang bertujuan untuk memastikan hak berpolitik para penyandang disabilitas dapat terakomodir. Simulasi ini sangat penting kerena banyak hal harus diperhatikan dalam proses pemilihan," ungkapnya.

Menurut dia, seperti halnya tentang waktu dan tata cara mencoblos yang sah dalam penghitungan di TPS, serta mengetahui fasilitas yang disediakan KPU. "Kami akan fasilitasi baik kursi roda, alat bantu coblos untuk pemilu tunanetra. Ukuran tinggi meja bilik suara, serta pelayanan khusus dari petugas TPS bagi pemilih berkebutuhan khusus. Templat hanya disediakan untuk presiden dan DPD. Untuk DPR RI, DPRD Povinsi, dan DPRD Kabupaten tidak ada, tapi disabilitas ini didampingi oleh pendamping,” ujarnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.