Anak Camat Kambowa Meninggal di Gunung Sumbing Sebelum Genap Usia 16 Tahun


Petugas gabungan melakukan proses evakuasi seorang pendaki yang meninggal dunia karena mengalami hypotermia di Puncak Rajawali Gunung Sumbing, Sabtu (6/4) sore.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Pendakian
Fatur Rohman (15), remaja asal Kelurahan Kambowa Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara ke Gunung Sumbing rupanya menjadi pendakian terakhir dirinya.

Alam Sumbing menjadi saksi bisu, seorang anak Camat Kambowa Kabupaten Buton Utara itu mencoba bertahan hidup dari hawa dingin ditubuhnya akibat hypotermia, sebelum genap berusia 16 tahun pada tanggal 9 April 2019 mendatang.

Kepala Basarnas Jawa Tengah, Aris Sofingi mengungkapkan, Tim SAR Gabungan berhasil mencapai posisi tiga pendaki yakni Dias (16) dari Surabaya, Wildan (17) dari Sidoarjo dan Sultan (16) dari Surabaya, yang mengalami hipotermia tersebut di atas pos tiga, tepatnya di Watu Pestan.

Ketiganya kemudian diberi penghangat dan dievakuasi menuju Basecamp Garung. Kemudian tim melanjutkan pencarian seorang pendaki lainnya. Akhirnya pada pukul 17.00, Tim SAR Gabungan 
berhasil menggapai pendaki ke empat atas nama Fatur Rohman.

Tim SAR Gabungan terdiri dari Basarnas Pos SAR Wonosobo, Koramil Kalikajar, Polsek Kalikajar, BPBD Wonosobo, Stickpala Garung, Grasindo Kledung, Pajero Wonosobo, Skydoors, Sar Kabupaten Wonosobo dan Sarda Jawa Tengah
"Padahal pada tanggal 9 April 2019 mendatang, korban genap berusia 16 tahun," ujarnya.

Korban yang tinggal dengan saudaranya di Jombang, Jawa Timur, ditemukan di bawah Puncak Rajawali di ketinggian 3.371 meter dari permukaan laut (mdpl). Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia, diduga akibat hypotermia.

Korban berhasil dibawa ke Basecamp Garung (Stickpala) Desa Butuh Kecamatan Kalikajar, Wonosobo pukul 18.55 dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Setjonegoro Wonosobo untuk pemeriksaan lebih lanjut. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.