Antisipasi Timbul Korban, Pemeriksaan Petugas Dilakukan


Petugas Dokkes Polres Temanggung melakukan pemeriksaan kepada petugas kepolisian, TNI maupun Anggota PPK yang bertugas di Kecamatan Temanggung, Selasa (23/4) siang.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)-
Mengantisipasi timbulnya korban, baik pada petugas pengamanan maupun penyelenggara pemilihan umum akibat kelelahan, Polres Temanggung menerjunkan Tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) ke sejumlah wilayah kecamatan. Hal itu sengaja dilakukan, guna melakukan pemeriksaan kesehatan bagi panitia pemilihan kecamatan (PPK) maupun para petugas pengamanan, dalam proses rekapitulasi suara di tingkat kecamatan, Selasa (23/4) siang.

Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kepala Bagian Operasi (Kabagops) Polres Temanggung, Kompol Edy Suprapto, mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan di sejumlah PPK yang tengah melakukan proses rekapitulasi. Hasil pemeriksaan yang dilakukaan, tak ada petugas yang kondisinya benar-benar mengalami drop, sehingga tak perlu menghentikan aktivitasnya.

Menurutnya, beberapa petugas memang ditemukan alami kelelahan, tapi masih koridor kewajaran. "Tidak ada yang sampai drop. Memang, proses penghitungan suara ini menguras tenaga dan pikiran, butuh kesabaran dan fisik kuat. Dalam proses rekapitulasi di tingkat kecamatan terdapat 15 personel Polri yang disiagakan. Kalau total dengan TNI dan unsur lainnya, ada 25 personel di tiap kecamatan," ungkapnya.

Di Temanggung ini, kata dia secara keseluruhan ada 20 kecamatan yang masih disiagakan ratusan personel guna membantu mengamankan jalannya proses di tingkat PPK. Dia menandaskan, apabila ada personel yang drop saat bertugas, pihaknya akan menarik personel untuk digantikan personel lain yang ada di jajaran Polres Temanggung. Pun demikian, bila personel itu berasal dari luar institusi Polri.

"Jangan sampai alami kelelahan yang sangat, sehingga bisa menimbulkan hal-hal yang menghawatirkan," ucapnya. Dalam kesempatan sebelumnya, seorang anggota PPK Pringsurat, Novita Indriyanti, pingsan saat proses rekapitulasi suara di tingkat kecamatan. Dia kemudian dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat, dan saat ini harus istirahat total dan mendapat perawatan intensif di Puskesmas Pringsurat.

Sementara itu, seorang anggota PPK Temanggung, Meilita, mengaku kondisi fisiknya agak drop lantaran kelelahan, setelah dalam beberapa waktu belakangan ini bertugas merekapitulasi suara. Karena itu, ia ingin memeriksakan kesehatannya, apakah masih memungkinkan untuk melaksanakan tugas ataukah ada saran lain dari tim kesehatan. "Tadi diperiksa, katanya tensi masih normal. Hanya, memang terdeteksi kelelahan dan agak stres saja," ujarnya.

Meskipun demikian, menurut pemeriksaan pihak dokter polisi, dirinya masih dalam batas normal. Dia masih diperkenankan untuk melanjutkan tugas. Hanya saja, memang diminta untuk tetap menyempatkan diri beristirahat, menjaga pola makan dan minum, serta mengurangi stres. "Juga, diberi suplemen vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh. Ini masih terus lanjut tugas," ucapnya.

Senada, Perwira Urusan Kesehatan (Paurkes) Dokkes Polres Temanggung, Ipda Dandeok Goetomo, mengatakan pihaknya merupakan satuan tugas (Satgas) yang diberi tugas khusus oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jateng, melakukan pemeriksaan PPK dan seluruh petugas yang mengamankan jalannya rekapitulasi suara di tingkat kecamatan di Kabupaten Temanggung.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan, banyak petugas yang mengalami kelelahan. "Akan tetapi, hasil pemeriksaan mayoritas masih dalam batas ditoleransi. Beberapa petugas ditemukan menderita flu ringan. virus flu menyerang lantaran daya tahan tubuh sedang menurun. Karena kelelahan, daya tahan tubuh menurun. Karena itu, kita berikan suplemen vitamin, yang flu sedang diberikan obat juga," ujarnya.

Meskipun demikian, secara garis beras semua masih dallam batas normal. Diakui, pihaknya saat ini lebih mengintensifkan pemeriksaan kesehatan bagi para penyelenggara maupun petugas pengamanan dalam tahapan proses penghitungan suara. "Kita rutin patroli kesehatan. Kita cek kesehatan mereka, juga kita cek apaka P3K yang tersedia mencukupi atau tidak," aku Goetomo. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.