Barang Bukti 44 Kasus Pidana Umum Dimusnahkan


MEMUSNAHKAN BARANG BUKTI : Kepala Kejari Temanggung, Fransisca Juwariyah bersama Bupati Muhammad Al Khadziq dan perwakilan lain melakukan pemusnahan barang bukti 44 perkara tindak pidana umum di halaman kejaksaan setempat, Selasa (2/4) lalu.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Kejaksaan Negeri (Kejari) Temanggung memusnahkan barang bukti dari 44 perkara tindak pidana umum yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah), di halaman Kantor Kejari Temanggung, Selasa (2/4) lalu. Kegiatan pemusnahan barang bukti tersebut dihadiri Bupati Temanggung, Muhammmad Al Khadziq, jajaran kepolisian, koramil dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Temanggung.

Kepala Kejari Temanggung, Fransisca Juwariyah mengatakan barang bukti yang dimusnahkan mulai dari narkotika, senjata api, alat perjudian hingga uang palsu. "Pemusnahan barang bukti ini karena perkara tindak pidana umum telah disidangkan di Pengadilan Negeri Temanggung dan telah memiliki kekuatan hukum tetap. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Kejari Temanggung," ungkapnya saat pemusnahan.

Lebih lanjut dijelaskan, tujuan dari pemusnahan barang bukti tersebut, yakni untuk menghindari adanya penyalahgunaan barang bukti. Untuk pemusnahan barang bukti pada kesempatan itu, berasal dari 44 perkara tindak pidana umum sejak Bulan Agustus 2018 sampai dengan Maret 2019 yang telah diputus oleh Pengadilan Negeri Temanggung. Pemusnahan berbagai barang bukti tersebut dilakukan dengan berbagai cara.

"Karena ada bermacam-macam barang bukti dari 44 perkara tindak pidana umum, pemusnahan ada yang dilakukan dengan cata dibakar, dipotong, ditimbun, dipukul serta dihancurkan, sehingga tidak dapat di pergunakan kembali. Kami berharap dengan diselenggarakannya pemusnahan ini maka tindak pidana yang ada di Kabupatren Temanggung dapat diminimalisir," ungkap Fransisca.

Sementara Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Dia berharap barang bukti yang dimusnahkan di tahun-tahun mendatang semakin sedikit. Dengan sedikitnya barang bukti yang di musnahkan, artinya kasus-kasus pidana di Temanggung semakin sedikit. Diharapkan kerja sama semua pihak dan tanggung jawab bersama baik kejaksaan, kepolisian, kodim dan juga Pemerintah Daerah.

"Dengan kerja sama sinergis yang dibangun selama ini, diharapkan Temanggung lebih aman damai dan sejahtera. Semoga tindak pidana umum kedepan semakin sedikit, bahkan kalau bisa sampai nol. Ini memang menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya kepolisian, pemerintah, TNI, kejaksaan saja, melainkan juga elemen lainnya,” ujarnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.