Belasan Amplop Diduga Akan Digunakan Politik Uang Diamankan Bawaslu


TUNJUKAN BARANG BUKTI : Ketua Bawaslu Temanggung, Erwin Nurrachmani menunjukan barang bukti amplop dan uang yang diduga akan digunakan untuk politik uang salah satu caleg di kantornya, Selasa (16/4) sore.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Belasan amplop berisi uang masing-masing Rp 50.000 serta di dalamnya terdapat kartu nama ber‎gambar Calon Legislatif (Caleg) DPRD Temanggung, diamankan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Temanggung. Temuan barang bukti diduga akan digunakan untuk politik uang tersebut ditemukan di Desa Kandangan Kecamatan Kandangan, Temanggung, Senin (15/4) lalu.

Ketua Bawaslu Temanggung, Erwin Nurrachmani mengungkapkan, pihaknya mendapatkan 18 barang bukti dugaan politik uang tersebut dari petugas Panwascam yang dititipi pengawas tempat pemungutan suara (TPS) Desa Kandangan. "Jadi awalnya ada seorang ibu mengaku mendapatkan amplop berisi uang. Kemudian dia menyampaikan kepada anaknya. Kemudian anaknya itu menyampaikan kepada pengawas TPS," ungkapnya.

Kebetulan, kata dia, pengawas TPS itu mengenal siapa orang yang membagikan amplop berisi uang tersebut. Pengawas TPS tersebut kemudian menemui orang yang membagi uang tersebut. Kepada pelaku, pengawas TPS mengingatkan bahwa tindakan yang dilakukan pelaku merupakan pelanggaran pemilu. "Setelah itu pembagi itu kemudian menarik kembali uang dari orang-orang yang telah dibagikan," beber dia.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan belasan amplop berisi uang, yang salah satunya disertai gambar caleg salah satu partai politik. Untuk rinciannya, terdapat uang lima lembar pecahan Rp 50.000, kemudian terdapat 11 amplop berisi masing-masing uang Rp 50.000 dan salah satunya berisi kartu nama caleg. "Total ada 18 buah. 11 dalam amplop, lima lembar tanpa amplop dan dua katanya sudah dipakai," tuturnya.

Untuk kartu nama di dalam amplop tersebut, kata dia merupakan seorang caleg DPRD Temanggung, Daerah Pemilihan (Dapil) V, yang meliputi Kecamatan Kandangan dan Kedu. Meskipun demikian, Erwin menyebutkan temuan itu belum bisa dijerat pidana Pemilu terkait praktik money politics. Sebab, tahapan dan unsur-unsur praktik money politics belum sepenuhnya terlaksana.

Disinggung mengenai identitas caleg dan dari mana partai yang bersangkutan berasal, Erwin enggan membeberkannya. "Yang jelas, akan kita berikan teguran kepada yang bersangkutan melalui partainya. Langkah yang diambil Bawaslu Temanggung adalah mengamankan barang-barang yang dititipkan tersebut. Selanjutnya, nanti akan dikembalikan kepada orang yang memiliki barang tersebut.

"Setelah selesai proses Pemilu, nanti kita kembalikan kepada orang, yang darinya kita mengamankan amplop dan uang ini. Bukan kepada caleg yang gambarnya tertera dalam amplop," ujarnya. Informasi dari lapangan menyebutkan, jajaran Bawaslu yang pertama kali menerima informasi adanya indikasi money politics itu adalah seorang pengawas TPS di Desa Kandangan.

Selanjutnya, Pengawas TPS tersebut meminta konfirmasi dari seorang warga yang diduga sebagai 'kurir' untuk membagi-bagikan amplop tersebut kepada warga. Benar saja, saat dikonfirmasi warga tersebut mengaku dititipi oleh seseorang untuk membagi-bagikan amplop tersebut, namun belum sempat dilaksanakan. Hingga akhirnya, amplop-amplop itu diamankan oleh jajaran Bawaslu Temanggung. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.