Cuaca Tak Menentu, Petani Bawang Putih Lesu


PANEN BAWANG : Petani bawang putih melakukan pemanenan komoditas bawang putih di lahan miliknya di wilayah Kecamatan Kledung, Temanggung, baru-baru ini.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Cuaca yang tidak menentu membuat sejumlah petani bawang putih di wilayah Kecamatan Kledung lesu. Pasalnya, petani sangat berharap cuaca bisa membaik, agar kualitas hasil panen komoditas bawang putih mereka bisa meningkat. "Saat ini cuaca sedang kurang baik, semoga semakin membaik, sehingga kualitas hasil panen raya bisa lebih baik," ungkap Kusyanto (35) petani bawang putih.

Menurut dia, komoditas bawang putih tidak berbeda jauh dengan tembakau. Bawang putih juga membutuhkan terik matahari yang cukup untuk proses pengeringan. Jika saat proses pengeringan tidak sempurna, maka kualitas bawang putih akan sedikit menurun. “Tentu sangat butuh, meskipun tidak sebanyak saat proses pengeringan tembakau,” tuturnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, proses pengeringan bawang putih yang sempurna membutuhkan terik panas matahari paling tidak 7 hingga 10 hari. Hal itu dengan catatan terik matahari maksimal. Namun, jika terik matahari tidak normal, maka proses pengeringan butuh waktu lebih dari itu. Dia mengaku, panen raya bawang putih tahun ini tidak sebaik tahun 2018 lalu.

Karenanya, petani sangat berharap agar cuaca pada saat panen raya tahun ini bisa semakin mendukung. Hasil panen raya tahun ini menurun, kalau cuacanya seperti ini terus petani akan semakin merugi. Sebab harganya akan semakin turun jika kualitas bawang tidak bagus. Hal itu juga dibenarkan petani bawang putih lain, Sarifin (38), warga di lereng Gunung Sumbing.

Dia menyebutkan, hasil panen raya bawang putih saat ini turun hingga 40 persen. Penurunan ini akan semakin bertambah manakala cuaca tidak mendukung saat proses pengeringan. Jika proses pengeringan bawang mengalami kendala, maka batang dari bawang putih akan busuk, Selain itu, lanjut dia, kualitas bawang putih juga tidak bisa maksimal.

“Kalau batangnya sudah mulai busuk, bisa dipastikan tidak bisa masuk ke bawang benih. Harga bawang putih untuk konsumsi dan untuk benih berbeda cukup jauh. Jika bawang putih dijual tanpa batang atau sudah bersih dari batang dan daunnya maka harga jualnya hanya Rp 27.000 per kilogram, sedangkan bawang putih dengan batang dan daun bisa mencapai Rp 30.000 per kilogram," beber dia.

Harga ini jika jika bawang putih dalam kondisi kering atau dijemur lebih dari 10 hari. Jika dijual dengan kondisi apa adanya, harga bawang putih Rp 12.000 per kilogram. Harga ini jika bawang putih dijual setelah dipanen dari kebun. “Dijual dengan kondisi basah dan sama sisa tanah yang ada, pokoknya dari kebun langsung ditimbang dan jual harganya segitu,” tuturnya.

Pihaknya berharap, kedepan tidak hanya cuaca saja yang mendukung, namun harga jual bawang putih juga semakin membaik. Diharapkan diakhir perhitungan panen raya mendatang petani tidak mengalami kerugian yang banyak. “Memang harganya sudah mulai naik, tapi harga segitu masih belum menutup modal tanam bawang, sebab saat ini hasil panen turun banyak sekali,” harapnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.