Desa Donorojo Terisolir, Bupati Janji Segera Bangun Jembatan Sekrinjing


BANGUN JEMBATAN DARURAT: Sejumlah petugas gabungan bersama warga masyarakat melakukan kerja bakti membangun jembatan sasak dari kayu dan bambu, Rabu (10/4) siang.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq berjanji akan segera membangun kembali Jembatan Sungai Sekrinjing di Desa Donorojo Kecamatan Tretep, Temanggung yang ambrol diterjang banjir, Senin (8/4) sekitar pukul 13.30. "Jalan putus total, tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, roda dua, bahkan orang yang akan berjalan. Jadi akan kami bangun jembatan sasak dari kayu dulu," ungkapnya.

Selain membangun jembaran darurat, pihaknya berkomitmen segera melakukan pembangunan ulang jembatan pada akhir Mei atau awal Juni 2019 mendatang. Pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, guna mengalokasikan anggaran untuk pembangunan kembali jembatan tersebut. "SUdah ada anggaran untuk bisa membangun lagi jembatan pada awal Juni," beber dia.

Pihaknya mengkalkulasikan, jika jembatan itu harus dibangun ulang, maka membutuhkan anggaran sekitar Rp 1,2 miliar. Sementara saat tahun ini, pemkab baru bisa menyediakan anggaran sebesar Rp 600 juta melalui dana revisi dipa dari kegiatan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP). "Nantinya pembangunan dilakukan dua tahap, tahun ini setengahnya dulu untuk pembangunan struktur bangunan," terangnya.

Setelah kontruksi selesai dibangun, pihaknya bakal berupaya menganggarkan setengahhnya kembali untuk membangun piranti lain jembatan agar bisa kembali dimanfaatkan secara normal oleh masyarakat. "Sebetulnya untuk pembangunan jembatan itu sudah dialokasikan tahun depan, bahkan sudah ada DED-nya, tapi kalau nunggu tahun depan kasihan masyarakat. Karena pemerintah sudah melihat jembatan perlu pembaharuan," tutur dia.

Lebih lanjut, agar masyarakat tidak semakin terisolasi, karena Desa Donorojo berbatasan langsung dengan Kabupaten Kendal, pihaknya membangun jembatan sementara. Pihaknya berharap akses transportasi masyartakat dari kedua desa, yakni Desa Donorojo dengan Desa Tretep di Kecamatan Tretep, bisa tetap lancar. Karena jalan tersebut merupakan akses utama yang digunakan warga masyarakat.

Sebagai komitmen pemerintah daerah melakukan respons cepat persoalan warganya, pembuatan jembatan sasak kayu segera dilakukan Rabu (10/4) kemarin. "Minimal dengan jembatan darurat itu, pengendara sepeda motor maupun pejalan kaki atau ternak bisa melintas, sehingga tidak perlu memutar terlalu jauh. Kalau idealnya hanya perjalanan 1,5 kilometer, saat ini bisa mencapai 4 kilometer dengan jalan rusak," terang dia.

Pihaknya menugaskan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) membantu jajaran Koramil dan Polsek, Pemeritah Kecamatan Tretep, Pemerintah Desa Donorejo segera membangun jembatan darurat itu. Kegiatan pembangunan juga tentunya melibatkan elemen masyarakat, sukarelawan, Banser dan elemen lain, guna meringankan beban pekerjaan dan mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan sementara segera bisa digunakan.

Sebelumnya, Plt Kalak BPBD Temanggung, Gito Walngadi mengungkapkan, Jembatan Sekrinjing Desa Donorojo Kecamatan Tretep, Temanggung ambrol diterjang banjir Senin (8/4) siang. Kondisi jembatan ambrol itu mengakibatkan akses infrastruktur dan transportasi masyarakat dua desa, yakni Desa Tretep dengan Desa Donorojo Kecamatan Tretep terputus total dan harus memutar sekitar empat kilometer.

Jembatan mengalami ambrol setelah wilayah Kecamatan Tretep diguyur hujan deras seharian. Pondasi jembatan terus terkikis dan mengalami longsor, menyebabkan bahu jembatan ambrol. Kondisi itu mengakibatkan jembatan tidak bisa dilalui masyarakat atau putus total. Kondisi panjang jembatan yang mengalami ambrol sekitar sembilan meter dan tinggi empat meter. Beruntung tak ada korban atas kejadian itu. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.