Dewan Pengawas Perum Perhutani Ditelpon Ganjar, Penahanan Ngarohmin Pencuri Kayu Ditangguhkan


KUNJUNGI WARGA : Anggota Dewan Pengawas Perum Perhutani, Wawan Siswantono mengunjungi rumah tinggal Ngarohmin (54) di Dusun Nglibak, Desa Ngadisepi RT 05 RW 08 Kecamatan Gemawang, Temanggung, Kamis (4/4) siang.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Dewan Pengawas Perum Perhutani mengaku dihubungi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang mempertanyakan kejelasan kasus seorang kakek bernama Ngarohmin (54) yang dinilai mencuri kayu di hutan wilayah Perhutani KPH Kedu Utara. Pasalnya, warga Dusun Nglibak, Desa Ngadisepi RT 05 RW 08 Kecamatan Gemawang, Temanggung itu melakukan pengambilan pohon yang sudah mati dan untuk memperbaiki rumahnya.

Anggota Dewan Pengawas Perum Perhutani, Wawan Siswantono, menyebutkan, pihaknya telah melakukan penangguhan masa tahanan kepada Ngarohmin. Dia mengakui dibalik penangguhan itu memang ada peran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menghubungi Dewan Pengawas Perum Perhutani. "Akhirnya kami melakukan penelusuran ke direksi dan karena alasan kemanusiaan Perum Perhutani menyetujui penangguhan penahanan Ngarohmin yang diajukan keluarga," ungkapnya.

Pihaknya merasa ada kejanggalan pada kasus tersebut. Sebagai bentuk empati, menyetujui penangguhan penahanan yang diajukan keluarga Ngarohmin pada kejaksaan. Selain itu, Wawan mengatakan kasus yang menimpa Ngarohmin ini jika dilihat secara kualitas kesalahan termasuk kategori ringan. Maka, begitu mengetahui hukuman yang ditimpakan pada Ngarohmin, dirinya langsung menelusuri seluk beluk perkara.

"Mestinya kasus ini bisa diselesaikan dulu secara musyawarah, terlebih kayu tebangannya masih tergeletak di hutan dan belum dimanfaatkan. Tetapi kalau gerombolan pembalak ya harus tegak lurus, ditindak tegas. Bahkan oknum aparat yang bermain juga harus ditindak tegas," kata Wawan. Selain mencari kejelasan, kata Wawan, silaturahmi ini juga sebagai bentuk ungkapan maaf kepada Ngarohmin.

Dia berharap kasus seperti ini tidak terulang, kalau pun terjadi kasus seperti ini, bukan ke meja hijau penyelesaiannya, tapi cukup kekeluargaan. Selain Ngarohmin, Wawan berharap ada perlakuan serupa dari penegak hukum pada kasus yang terjadi di Blora karena modusnya sama. "Mereka kan tidak mencari keuntungan materi. Jika dikatakan itu penegakan hukum, ok lah. Tapi ingat hukum itu diciptakan untuk mencapai keadilan," tandasnya.

Nah keadilan ini yang ingin kita tuju. Karena ini kasusnya sudah P21. Pihaknya berharap tuntutan yang didakwakan sesuai azas keadilan, Perum Perhutani bisa memberi kesaksian yang meringankan dan hakim bisa memutuskan dengan bijak. Sementara Ngarohmin menjelaskan telah menjalani masa tahanan selama 40 hari di kejaksaan negeri Temanggung karena perbuatannya mencuri kayu Suren di Petak 59.

Ia bahkan menampik itu merupakan bentuk pencurian di Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Jumo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Candiroto, Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kedu Utara. Karena pohon itu merupakan pohon mati. Pihaknya mengaku nekad mengambil, karena terdesak demi memperbaiki bagian rumahnya. "Kemarin pada hari Selasa (2/4) dipanggil kejaksaan dan diberitahu masa tahanannya ditangguhkan," kata Ngarohmin, Kamis (4/4).

Dia mengatakan penangguhan penahanan tersebut dia dapat setelah pihak keluarganya mengajukan permintaan ke kejaksaan negeri Temanggung. Menurut keluarga, kata Ngarohmin, kesalahan yang dia perbuat tidak menyebabkan kerugian besar. Terlebih istrinya yang harus dia rawat karena kondisi sakit keras. "Pengajuan penangguhan masa tahanan ini anak saya yang sebagai jaminan. Saya juga menjalani wajib lapor ke kejaksaan seminggu sekali," katanya.

Sebelumnya Ngarohmin dijerat dijerat polisi dengan Pasal 82 ayat (1) junctoPasal 12 UU No. 18/2013 dengan ancaman hukuman selama-lamanya 10 tahun penjara setelah dilaporkan Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Jumo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Candiroto, Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kedu Utara. Kasus yang menimpa kakek bercucu dua itu pun sampai di telinga Dewan Pengawas Perum Perhutani yang akhirnya juga melakukan penelusuran. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.