Diduga Depresi, Warga Desa Binangun Tewas Gantung Diri



Petugas kepolisian bersama tim medis memeriksa kondisi jenazah Tugiman (50), warga Dusun Binangun RT 15 RW 05 Desa Binangun Kecamatan Watumalang, Wonosobo yang tewas gantung diri di rumahnya, Selasa (2/4) siang.

WATUMALANG (FOKUSSABA)- Diduga mengalami depresi, Tugiman (50), warga Dusun Binangun RT 15 RW 05 Desa Binangun Kecamatan Watumalang, Wonosobo ditemukan tewas gantung diri di rumahnya Selasa (2/4) siang. Kejadian bunuh diri tersebut pertama kali diketahui oleh adik korban yang bernama Parjo, warga desa setempat, sekitar pukul 11.00.

Informasi yang dihimpun, adik korban datang ke rumah korban, namun pintu rumah terkunci dari dalam. Setelah diketuk tidak ada jawaban, Parjo berinisiatif mengintip dari jendela kamar dan terkejut karena korban sudah dalam keadaan tergantung di kamar tidurnya. Parjo berupaya memberitahukan kejadian itu kepada Harmanto.

Setelah pintu depan berhasil di dobrak, mereka langsung masuk menuju kamar dan mendapati korban tergantung di kayu plafon kamar tidurnya, menggunakan tali tambang plastik warna biru dalam kondisi sudah meninggal dunia. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke perangkat desa kemudian diteruskan ke Polsek Watumalang.

"Waktu mendengar kabar tersebut kami sedang berada di kantor desa dan segera menghubungi Polsek untuk penanganan lebih lanjut," jelas Kepala Desa Binangun Ari Umaryadi. Hasil olah TKP yang dilakukan oleh Polsek Watumalang bersama SPKT Polres Wonosobo dan dokter Puskesmas Watumalang didapati bahwa korban benar gantung diri.

"Korban bunuh diri menggunakan tali tambang plastik warna biru panjang 7 meter di kayu plafon kamar tidur setinggi 3,5 meter. Lidah menjulur, keluar kotoran dari kemaluan dan dubur, serta tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban dan diperkirakan korban sudah meninggal dunia sekitar lima jam," ungkap Kapolsek Watumalang, Iptu Purwanto.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, korban mengalami depresi karena sudah lama hidup sendiri (menduda) dan merasa ketakutan berada di rumahnya yang tidak jelas sebabnya. Sebelumnya korban beberapa kali pergi dari rumahnya tanpa diketahui keberadaannya dan yang terakhir korban pergi dari rumahnya sekitar dua minggu dan baru pulang hari Senin (1/4).

Atas kejadian itu, keluarga korban menyatakan ikhlas dan menyadari kematian korban murni bunuh diri serta menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban. Atas hal itu, jenazah korban dikembalikan kepada keluarga guna dilakukan pemakaman. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.