Diguncang Gempa 5 SR, Penyandang Disabilitas Berhamburan, Saat Simulasi Bencana di BBRSPDI Kartini


LINDUNGI DIRI: Sejumlah penyandang disabilitas berusaha melindungi diri dengan peralatan seadanya saat simulasi berlangsung di BBRSPDI Kartini Temanggung kemarin.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)
- Ratusan penyandang disabilitas di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Kartini Temanggung berhambutan dan berusaha menyelematkan diri dengan berbagai upaya. Pasalnya, saat mengikuti kegiatan belajar mengajar, tiba-tiba gedung tempat belajar mereka diguncang gempa bumi dengan kekuatan lebih dari 5 skala rickter (SR) yang terjadi di Kabupaten Temanggung.

Beruntung mereka tidak saling rebut saat berusaha menyelematkan diri keluar dari bencana tersebut. Mereka langsung berada disalah satu titik kumpul yang aman dari bencana tersebut, meskipun ketakutan namun mereka tetap tenang menghadapi bencana alam yang jarang sekali terjadi di kabupaten penghasil tembakau ini. Hal itu terlihat dalam simulasi yang digelar BBRSPDI Kartini Temanggung menggandeng BPBD Temanggung, kemarin.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Temanggung dan guru atau pembimbing di BBRSPDI Kartini Temanggung sengaja menggelar simulasi tanggap bencana, agar para penyandang disabilitas intelektual bisa memahami dan mengantisipasi jika terjadi bencana alam, khususnya gempa bumi.
“Simulasi evakuasi bencana ini digelar dengan melibatkan seluruh penyandang disabilitas dan pegawai,” ujar Koordinator Simulasi Bencana, Suratinah.

Menurutnya, dalam konsep bencana alam terjadi kurang dari satu menit. Hal itu sempat mengegerkan ratusan peyandang disabilitas dan pembimbing disatu-satunya tempat pendidikan bagi para penyandang disabiltas intelektual di Temanggung ini. Beruntung saat bencana alam, tidak ada satupun korban yang timbul akibat bencana alam tersebut. Meskipun ratusan penyandang disabiltas itu memiliki keterbatasan, namun mereka mampu menyelamatkan diri saat bencana alam itu terjadi.

Dia mengatakan, gladi lapangan penanggulangan bencana gempa bumi yang diikuti seluruh penerima manfaat dan pegawai tersebut sebagai bekal kemampuan dan kesiapsiagaan dalam melakukan evakuasi mandiri, bila terjadi bencana alam. Sebab katanya, pada saat terjadi bencana, tidak akan ada petugas penyelamat yang melakukan pertolongan. Untuk itu dalam simulasi ini para penerima manfaat dan pegawai dilatih cara menyelamatkan diri ke tempat yang aman.

Bahkan beberapa penerima manfaat juga dilatih cara mengevakuasi korban. Ini hanya simulasi saja, namun demikian harapan kami saat bencana alam terjadi semua yang ada di BBRSPDI ini bisa menyelamatkan diri. Selain menyelamatkan diri juga dilatih melakukan evakuasi korban. Pihaknya mengaku, sengaja memilih melakukan simulasi penyelematan diri untuk korban bencana gempa bumi, sebab gempa bumi di sejumlah wilayah sering memakan korban.

“Harapan kami tidak akan pernah ada bencana gempa bumi di Temanggung, hanya saja persiapan menghadapi semua bencana harus dilakukan,” katanya. Sementara itu salah satu penyandang disabilitas Muhamad Arif menuturkan, selama simulasi tanggap bencana ini dirinya mengikuti dengan baik, sehingga ketika nanti ada bencana dirinya mengaku sudah bisa menyelamatkan diri. “Baru kali ini ada simulasi seperti ini, saya senang,” tuturnya.

Dia menuturkan, dari simulasi itu dirinya menjadi tahu bagaimana caranya menyelematkan diri saat bencana alam datang. “Tadi diberitahu kalau ada suara sirine panjang itu merupakan tanda akan terjadi bencana, saya bisa langsung siap-siap menyelematkan diri,” ungkapnya. Menurut Arif, bila mendengar bunyi sirine berkali-kali sebagai tanda bahaya, ‎ia harus segera lari keluar ruangan, sembari melindungi diri, terutama bagian kepala. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.