Disporapar Jateng Lakukan Pembekalan Pengembangan Daya Tarik Wisata di Deroduwur Wonosobo


Sejumlah peserta mengikuti pengarahan dalam pembekalan Pengembangan Daya Tarik Wisata Tahun 2019 di Hotel Surya Asia Wonosobo, Senin (22/4) siang.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi (Disporapar) Jawa Tengah melakukan pembekalan Pengembangan Daya Tarik Wisata Tahun 2019 di Hotel Surya Asia Wonosobo, Senin-Selasa (22-23/4) besok. Peserta ada 50 orang berasal dari Desa Deroduwur, Slukatan, Sukorejo, Candirejo. Unsur yang diundang tokoh masyarakat, perangkat pesa, PKK, karang taruna, pengurus BUMDes, Sarjana PKKP di wilayah Kecamatan Mojotengah.

Panitia Penyelenggara Pengembangan Daya Tarik Wisata Tahun 2019 Disporapar Jateng, Riyadi Kurniawan mengungkapkan, kegiatan Pengembangan Daya Tarik Wisata di Wonosobo sengaja diselenggarakan selama dua hari sejak Senin (22-23/4) dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang. "Kegiatan hari pertama berupa materi dan motivasi yang dilaksanakan di Hotel Surya Asia Wonosobo. Sedangkan hari kedua yaitu praktek di lapangan dengan lokasi di Desa Deroduwur Kecamatan Mojotengah," ungkapnya.

Menurut dia, tema kegiatan pada Pengembangan Daya Tarik Wisata, yakni “Menjadikan potensi lokal menjadi daya tarik wisata dalam rangka mewujudkan kemandirian ekonomi”. Materi dan narasumber antara lain, dasar-dasar pembentukan Desa Wisata oleh Alif Faozi dari Desa Wisata Dieng Kulon Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara. Kemudian motivasi dan peran serta masyarakat untuk pariwisata oleh Eko Suseno HRM dari UKSW Salatiga.

Kemudian, kata dia, materi ketiga mengenai Pemetaan Potensi Desa Wisata sekaligus Praktek Lapangan oleh Aris Widianto selaku Praktisi Daya Tarik Wisata, Pengurus Forum Komunikasi Desa Wisata Jateng dan Pengurus Himpunan Pramu Wisata Indonesia. "Kegiatan ini memang sengaja dilakukan untuk mengembangkan daya tarik wisata di Desa Deroduwur dan sekitarnya, dalam rangka sebagai pengungkit ekonomi masyarakat, agar kemiskinan bisa di minimalisir," beber dia.

Untuk tujuan kegiatan ini antara lain, terciptanya daya tarik wisata Baru yang mempunyai manajemen, produk, SDM dan pelayanan yang baik, kemudian terciptanya kelembagaan yang solid di daya tarik wisata, terwujudnya peran serta masyarakat dalam pembangunan daya tarik wisata. "Kami berharap nantinya Desa Deroduwur akan bisa beranjak dari kondisi saat ini, yang masih masuk daerah garis merah dalam hal kemiskinan," tuturnya.

Sementara itu, Kapala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo menyebutkan, memang hingga saat ini Desa Deroduwur masuk garis merah kemiskinan. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memiliki komitmen seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Jateng untuk berperan membantu pendampingan pengentasan kemiskinan di daerah. "Desa Deroduwur memiliki potensi wisata religi, sehingga dipilih untuk bisa ditingkatkan," ujarnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.