Gunakan Resep Dokter, Pecandu Sabu Edarkan Psikotropika


TUNJUKAN BARANG BUKTI: Kasubbag Humas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti bersama tersangka menunjukkan barang bukti saat ungkap kasus di Mapolres Temanggung, baru-baru ini.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Kepolisian Resort (Polres) Temanggung membongkar modus baru peredaran narkoba di wilayahnya. Seorang remaja yang sejak duduk di sekolah menengah pertama (SMP) kecanduan narkoba jenis sabu, dibekuk polisi lantaran memakai psikotropika dan mengedarkan kepada rekan-rekannya. Pelaku mengaku sebelum dibekuk polisi, dia sudah mengedarkan psikotropika kepada 10 rekan-rekannya.

Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kasubbag Humas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti mengungkapkan, tersangka yang dibekuk bernama Firyal Fachri ( 21) warga Dusun Dukuh Desa Mergowati Kecamatan Kedu, Temanggung. Pelaku kasus tersebut hanya tunggal. Modus pelaku, menyalahgunakan resep dokter karena pelaku mengaku dalam proses rehabilitasi, imbas kecanduan narkoba jenis sabu.

“Tersangka ini cukup cerdik, dia berpura-pura sakit kemudian memeriksakan kesehatannya ke dokter untuk mendapatkan resep untuk membeli pil riklona,” ungkapnya saat ungkap kasus, belum lama ini. Menurut dia, alasan resep dokter dinilai menjadi peluang bagi pelaku dengan mudah mendapatkan pil riklona. Setelah mendapatkan, kemudian oleh tersangka pil jenis riklona itu dikonsumsi sendiri dan sebagian dijual oleh tersangka kepada pecandu barang haram ini.

Dia menerangkan, tersangka tertangkap oleh petugas Polsek Parakan saat melakukan patroli di wilayah hukum Polsek Parakan. Saat tengah melintas di wilayah Parakan, petugas melihat ada seseorang tertidur di dalam anjungan tunai mandiri (ATM) salah satu bank. Saat dicek, ternyata kondisi pelaku sedang sakau. Kemudian polisi melakukan penggeledahan di pakaian pelaku. Petugas menemukan tiga butir pil riklona yang disimpan di dompetnya.

Setelah dilakukan penangkapan, lanjut Henny, petugas langsung mengeledah rumah tersangka di Desa Mergowati Kecamatan Kedu. Di rumahnya petugas kembali mendapatkan barang bukti serupa sebanyak dua butir. “Selain pil riklona juga ditemukan pil Alprazolam, selain dikonsumsi tersangka juga menjual kembali kedua jenis pil tersebut,” jelasnya.

Dari tangan tersangka ini petugas juga mengamankan 25 pil rikoona dan clonazepam dalam kemasan hijau, 10 pil atarax alprazolamdalam kemasan biru, uang tunai sebanyak Rp 150 ribu, sebuah telepon genggam dan sebuah sepeda motor merek suzuki dengan nomor polisi AA 6725 ZN. “Barang bukti dan tersangka diamankan, tersangka masih mendekam di ruang tahanan Mapolres Temanggung,” terangnya.

Karena terbukti memperjualbelikan pil psikotropika, tersangka dijerat dengan primer pasal 62 subsider pasal 60 ayat 2 dan 4 undang-undang republik Indonesia nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika.
“Tersangka diancam hukuman paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp100 juta,” rincinya. Sementara itu tersangka Firyal Fachri mengakui semua perbuatannya, dirinya memang sengaja memeriksakan diri untuk mendapatkan resep dari dokter.

Dari resep tersebut kemudian dirinya membeli pil tersebut ke apotik. “Sebagian saya konsumsi sendiri, dan ada yang saya jual ke sejumlah pelanggan saya,” ujarnya.
Ia juga mengaku menjual pil tersebut untuk mendapatkan penghasilan tambahan, sebab selama ini dirinya memang sudah kecanduan pil tersebut. “Makanya saya jual kembali, biar bisa beli lagi. Saya sudah kecanduan dari SMP, dulu sabu sekarang ini,” katanya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.