Jamasan Srobong Gobang, Tradisi Tanam Tembakau Petani Lereng Sumbing


RITUAL JAMASAN : Sejumlah petani melakukan ritual jamasan Srobong Gobang di lereng Gunung Sumbing di Desa Tlilir Kecamatan Tlogomulyo, Temanggung, belum lama ini.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Untuk mengawali musim tanam tembakau, para petani di lereng Gunung Sumbing di Desa Tlilir Kecamatan Tlogomulyo, Temanggung, menggelar tradisi jamasan Srobong Gobang, belum lama ini. Tradisi jamasan Srobong Gobang secara umum membersihkan alat pertanian menggunakan air kembang sebelum digunakan untuk mengolah lahan.

Untuk srobong gobang sendiri merupakan alat pengrajang daun tembakau. Petani tembakau asal Desa Tlilir Kecamatan Tlogomulyo, Iksanudin mengungkapkan jamasan dilakukan bertujuan agar peralatan yang digunakan dapat berfungsi dengan baik dan tidak menimbulkan malapetaka bagi petani yang menggunakannya dan nantinya dapat menghasilkan panen yang melimpah.

Pada ritual tersebut, petani membawa gunungan hasil bumi dan alat-alat pertanian menuju ke kompleks makam Kiai Tlilir yang merupakan makam leluhur. Sebagian warga membawa nasi tumpeng dan ayam beserta buah dan jajanan pasar. Setelah sampai di kompleks makam mereka memanjatkan doa untuk para leluhur, kemudian pemuka agama dan perangkat desa melakukan jamasan srobong gobang.

Tradisi srobong gobang diakhiri dengan saling berebut gunungan hasil bumi. Sebagian warga mempercayai dengan mendapat isi gunungan, mereka akan mendapat keberkahan, khususnya hasil panen tembakau yang melimpah. Iksanudin juga mengatakan para petani berharap dengan jamasan ini hasil panen tembakau nantinya melimpah.

Pihaknya berharap pabrik rokok pada tahun ini dapat membeli tembakau petani dengan harga tinggi dan dalam jumlah banyak sehingga kesejahteraan petani meningkat. Dia menuturkan bagi masyarakat lereng Gunung Sumbing Kabupaten Temanggung, tanaman tembakau hingga saat ini masih menjadi andalan dalam bercocok tanam. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.