Ketua GP Ansor Sebut Surat Permohonan Sponsor Bupati ke Pengusaha Karaoke Bentuk Pelecehan


Surat penarikan iklan penerbitan buku Wonosobo The Soul of Java dan surat permohonan maaf dari pihak CV Dipa Trans Media Tama.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Wonosobo, Mad Santoso menyayangkan sikap bupati atas ketidaktelitianya dalam membuat sebuah project kerjasama. Pasalnya, disaat warga tengah berikhtiar mendorong Pemkab Wonosobo segera menegakkan Perda Penyelenggaraan Tempat Hiburan dan meminta segera menertibkan tempat hiburan ilegal, malah pemkab mencederainya.

Ia menilai, kalangan NU dan masyarakat sudah berupaya agar tempat hiburan ilegal di Wonosobo bisa ditertibkan, namun mengapa pemkab malah justru meminta dana ke pengusaha karaoke. Padahal baru beberapa hari lalu, sidang gugatan dimenangkan Pemkab Wonosobo. Hal itu jelas tidak ada satupun tempat hiburan (karaoke) yang berizin. Dengan adanya surat pemberitahuan itu, maka dianggapnya bupati telah mengganggap keberadaan mereka.

Pihaknya mengaku tak tahu apa yang ada dipikiran Bupati Wonosobo Eko Purnomo atau jajaran di bawahnya. Dia menilai, surat yang disampaikan dengan tanda tangan dan stampel resmi pemkab, merupakan bentuk pelecehan atas ikhtiar yang tengah dilakukan oleh masyarakat Wonosobo, untuk mendorong pemkab segera menegakkan Perda tetang Penyelenggaraan Tempat Hiburan.

Padahal Bupati pernah menyampaikan komitmen untuk segera menertibkan tempat hiburan ilegal. "Padahal baru beberapa hari lalu, sidang gugatan pihak pengusaha karaoke yang disampaikan kepada Bupati dimenangkan oleh Pemkab Wonosobo. Sebuah blunder dari sebuah kebijakan, sangat nyata bahwa Bupati tidak memahami dirinya sendiri dan apapapun terkait tata kelola daerahnya," beber dia di media sosial.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Wonosobo, Winarningsih menyebutkan, Bupati Wonosobo Eko Purnomo tidak mengetahui perihal penggandaan surat rekomendasi beserta scan tandatangannya yang kemudian juga diedarkan ke para pelaku usaha hiburan. “Mestinya ada koordinasi dari pihak CV, terkait kepada siapa saja surat tersebut akan dikirimkan, tapi ternyata tidak ada,” ungkapnya.

Atas kesalahan itulah, pihak CV Dipa Trans Media Tama yang merupakan sponsor untuk penerbitan buku Wonosobo The Soul of Java telah mengirimkan surat permohonan maaf secara resmi kepada Bupati, dimana di dalamnya juga telah tercantum pengakuan atas kesalahan dan kealpaan perusahaan yang tidak melakukan koordinasi terkait distribusi surat. “Kami berharap klarifikasi ini sekaligus mengakhiri polemik terkait surat tersebut, dan semua pihak dapat memahaminya dengan baik,” harapnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.