Lima Kali Masuk RSJ, Saeful Sering Mengancam Warga dengan Senjata Tajam


Petugas kepolisian melakukan pengamanan senjata tajam yang digunakan Saeful, orang yang mengalami gangguan jiwa yang membacok warga.

KALIKAJAR (FOKUSSABA)-
Sejumlah warga di Dusun Madusari Desa Maduretno Kecamatan Kalikajar, Wonosobo mengaku
sudah lama resah dengan ulah Saeful (56), salah seorang warga yang memiliki gangguan kejiwaan. Pasalnya, Saeful seringkali mengancam warga dengan mengunakan senjata tajam. Saeful juga sudah pernah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Magelang sekitar lima kali, namun masih sering kambuh.

Salah satu warga Dusun Madusari, Sutarto mengungkapkan, Saeful pernah berjualan onderdil kendaraan. Dia juga pernah mempunyai istri, namun sudah lama mempunyai gangguan kejiwaan. "Dia dulu sering mengamuk kepada istrinya, ketika masih bersama. Saeful pernah dibawa ke RSJ sekitar 4-5 kali. Dia memang sering meresahkan warga dengan mengancam mau melukai siapapun yang didekatnya," ujarnya.

Keresahan masyarakat, semakin menjadi setelah memberi ancaman, dia bahkan nekad menyabetkan sebilah parang kepada warga bernama Bambang (61) yang sedang membetulkan mesin mobil di samping rumah pelaku. "Tanpa sebab Saeful langsung menyabetkan senjata tajam ke arah kepala Pak Bambang hingga terluka di bagian kepala belakang. Dia dilarikan ke rumah sakit dan harus mendapat empat jahitan," beber dia.

Melihat ada salah satu warga yang terluka akibat ulah Saeful, warga Madusari melaporkan ke Polsek Kalikajar dengan via telepon. dan tidak lama pihak Polsek langsung datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Menurut Kapolsek Kalikajar Iptu Budi Rustanto warga Madusari memang sering dibuat resah karena pelaku sering mengancam menggunakan senjata tajam kepada warga.

Setelah di TKP pihaknya juga mendapat informasi di dalam rumah pria tersebut banyak senjata tajam yang biasa untuk mengancam. "Kami mengecek rumahnya tapi di dalam terlihat gelap dan kita tidak bisa masuk, akhirnya kami meminta bantuan dari Polres Wonosobo dan datang satu regu Satuan Sabhara dengan Tim Hero yang dipimpin oleh Kasat Sabhara AKP Agus Priyono dan Kabagops Kompol Sutomo," beber dia.

Menurut keterangan keluarga dan masyarakat sekitar, pelaku sudah sekitar 10 tahun mengalami gangguan jiwa dan sudah seringkali diperobatkan di RSJ Magelang.
Keluarga pelaku, yakni saudara Edi juga mengaku sanggup membiayai perobatan korban dan pelaku yang berhasil diamankan diizinkan dibawa ke RSJ Magelang. "Pelaku dapat dievakuasi pukul 20.00, selanjutnya hasil rapat koordinasi kepolisisian, camat, kades dan tokoh masyarakat serta warga dan keluarga, pelaku langsung di bawa ke RSJ Magelang," bebernya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.