Orang Gangguan Jiwa Mengamuk Bacok Warga, Dilumpuhkan dengan Gas Air Mata


Kepala Satuan Sabhara Polres Wonosobo AKP Agus Priyono bersama Tim Hero Polres Wonosobo meringkus orang dengan gangguan jiwa yang mengamuk di sekitar rumahnya di wilayah Kecamatan Kalikajar, Senin (1/4) petang.


KALIKAJAR (FOKUSSABA)- Seorang warga yang mengalami gangguan jiwa bernama Saeful (56), mengamuk di tepi jalan raya dekat Pertigaan Pringapus Desa Maduretno Kecamatan Kalikajar, Wonosobo, Senin (1/4) sekitar pukul 17.00. Warga asal Dusun Madusari RT 01 RW 05 Desa Maduretno, Kalikajar itu tiba-tiba mengamuk dan mengancam serta membacok Bambang (61), warga dusun setempat yang tengah memperbaiki mobil jeep-nya.

Kondisi itu sontak saja membuat warga sekitar jalan raya mengalami ketakutan, karena orang tersebut mengamuk dengan membawa senjata tajam berupa parang dan tongkat sertai geer. Informasi yang berhasil dihimpun, setelah membacok korban, pelaku langsung menuju rumahnya membawa senjata tajam di tangannya. Petugas kepolisian dari Polsek Kalikajar yang datang, berupaya mengamankan situasi dan melaporkan kepada Jajaran Polres Wonosobo.

Satu regu Tim Dalmas yang merupakan Tim Hero Polres Wonosobo dipimpin langsung Kabagops Kompol Sutomo dan Kasat Sabhara AKP Agus Priyono bergegas menggunakan perlengkapan dan senjata lengkap. Mereka berupaya mengamankan pelaku, karena dia masih memegang senjata tajam. "Orang gangguan jiwa itu mengamuk membawa senjata tajam, berupa parang dan tongkat disertai geer dan lari ke sebuah rumah yang juga menjadi gudang," ungkap Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras melalui Kasat Sabhara Polres Wonosobo AKP Agus Priyono.

Laporan dari warga, kata dia, pelaku melarikan diri ke lantai dua rumahnya. Pihaknya memungkinkan itu merupakan kamar tempat pelaku. Namun, saat melakukan penggerebekan, terdapat sejumlah ruangan di lantai dua, sehingga petugas kepolisian tak melakukan tindakan gegabah. "Kami harus melakukan sebuah tindakan penggerebekan, guna mengamankan orang yang memiliki gangguan jiwa tersebut," beber dia.

Namun, tindakan penggerebekan di sebuah rumah kosong yang digunakan untuk bersembunyi orang tersebut, tidak membuat orang tersebut menyerahkan diri. Guna melumpuhkan orang gangguan jiwa yang membawa sajam tersebut, anggota Dalmas Polres Wonosobo akhirnya menembakan gas air mata dan memberi himbauan agar orang tersebut menyerahkan diri dan mau meletakan senjata tajamnya," beber Mantan Kasubbag Humas Polres Wonosobo itu. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.