Pagi-pagi Buta, Seorang Pedagang Sayur Meninggal di Pasar Pagi Kertek


Petugas kepolisian mengevakuasi seorang pedagang yang meninggal di depan Toko Barokah Pasar Kertek Wonosobo, Jumat (12/4) dini hari.

KERTEK (FOKUSSABA)- Sejumlah pedagang Pasar Kertek Wonosobo dibuat geger dengan meninggalnya seorang pedagang di depan Toko Barokah (sebelah timur Pasar Kertek) Jumat (12/4) pagi-pagi buta. Korban diketahui bernama Supini (62), warga Desa Ngasinan Tengah RT 02 RW 11, Kecamatan Kalikajar, Wonosobo. Korban merupakan seorang pedagang sayur di Pasar Pagi Kertek Wonosbo.

Informasi yang berhasil dihimpun petugas kepolisian, korban ditemukan meninggal dunia saat berdagang. Diduga korban meninggal karena kondisi tubuhnya sedang tidak baik atau sakit tua. Dari kesaksian Karim (45) warga Desa Kalimendong RT 04/02, Kecamatan Leksono dan Suyadi (45) warga Dusun Sibendo RT 02/08, Desa Purwojati, Kecamatan Kertek, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.00.

Kronologis kejadian bermula saat korban tiba di pasar untuk berjualan di depan Toko Barokah sekitar pukul 02.00. "Sekitar pukul 04.00, Karim dan Suyadi bermaksud membangunkan korban yang diduga sedang tidur dengan posisi tertelungkup. Namun setelah dibangunkan korban tak kunjung bangun, setelah dicek ternyata korban sudah tidak bernafas," Kata Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras melalui Kanit SPKT III Ipda Tahdjudin.

Lebih lanjut, dia menyebutkan, melihat kejadian tersebut para saksi tersebut langsung melaporkan ke pihak Polsek Kertek. Petugas kepolisian yang datang bersama warga sekitar langsung membawa korban ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonosobo untuk dilakukan pemeriksaan. "Setelah diperiksa oleh dokter Andika, korban memang sudah dalam keadaan meninggal dunia," bebernya.

Berdasarkan keterangan dari pihak medis, korban diduga sudah meninggal dunia sekitar dua jam sebelum ditemukan. Selain itu, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan pada dzubur serta kemaluan korban tidak mengeluarkan cairan. "Kami kemudian langsung menyerahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan karena keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah," tutur dia. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.