Pamit Perbaiki Saluran Air, Seorang Kakek asal Dusun Segug Tewas di Saluran Irigasi


Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan kepada seorang warga Dusun Segug yang ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi wikauah desa setempat, Sabtu (13/4) petang.

KALIKAJAR (FOKUSSABA)
- Warga Dusun Segug Desa Kedalon Kecamatan Kalikajar, Wonosobo digemparkan dengan penemuan mayat laki-laki tua di tepi saluran air perkebunan milik Aning Widiyanti, ikut Dusun Segug RT 03 RW 05, Desa Kedalon Kecamatan Kalikajar, Sabtu (13/4) sehabis Sholat Maghrib.

Informasi yang dihimpun pihak kepolisian, korban diketahui bernama Basuki (66) yang merupakan kakak Aning pemilik kebun, yang juga warga Dusun Segug RT 03 RW 05, Desa Kedalon Kecamatan Kalikajar. Korban baru diketahui meninggal dunia sekitar pukul 18.30, setelah pihak keluarga melaporkan kakek Basuki belum juga pulang.

Berdasarkan keterangan saksi mata, Sumartono (63), Suwatir (60) dan Rahman (29), yang merupakan warga Segug Desa Kedalon, Kecamatan Kalikajar, kronologis kejadian, pada hari Sabtu (13/4) sekitar pukul 16.15, korban pamit membetulkan saluran air yang menuju kolam rumah korban yang berjarak 200 meter dari rumahnya.

Namun hingga petang, rupanya korban belum kembali. Kemudian pihak keluarga bersama warga sekitar mencari ke aliran air (irigasi kecil) dan akhirnya diketemukan kondisi sudah meninggal dunia sekitar pukul 18.00. Namun karena panik, korban langsung dibawa pulang dan dilaporkan ke Polsek Kalikajar. Menurut keterangan dari keluarga, korban mempunyai riwayat penyakit jantung

Sementara Kapolsek Kalikajar Iptu Budhi Rustanto menyebutkan, tindak lanjut atas laporan warga tersebut, pihaknya langsung datang ke rumah korban dan mengumpulkan keterangan saksi dalam kejadian. "Kami cek TKP bersama SPKT Polres Wonosobo dan Tim Identifikasi serta Tim Medis Puskesmas Kalikajar 1 melakukan pemeriksaan luar atas jenazah korban," ujatnya.

Hasil cek TKP dan lidik awal, TKP berupa kebun rerumputan dan pohon, terdapat jalan setapak serta aliran air (irigasi kecil). Didekat bekas tergeletaknya korban ketemukan patahan pipa pralon warna putih tanpa merk sekitar 50 centimeter. Didekat patahan pralon terdapat aliran air irigasi yang juga terdapat pipa pralon yang tertanam sepanjang tepi irigasi.

Saat korban diketemukan warga cuaca gerimis. Sementara hasil pemeriksaan medis, korban sudah meninggal dunia dan tidak terdapat luka. Atas kejadian tersebut, keluarga korban sudah menerima kematian korban dengan ikhlas dan tidak mengizinkan proses otopsi. "Keluarga korban tidak menyalahkan ataupun menuntut pihak manapun baik secara hukum maupun cara lainnya," beber dia. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.