Pasca Menang Putusan Sidang, Bupati Belum Bisa Pastikan Pembangunan Pasar Induk Wonosobo


Kondisi Pasar Induk Wonosobo yang hingga saat ini terbengkalai, belum ada tanda-tanda pembangunan.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Bupati Wonosobo Eko Purnomo belum bisa memastikan waktu pembangunan Pasar Induk Wonosobo akan dilakukan kapan.
Padahal sidang gugatan pasar di Pengadilan Negeri Wonosobo telah diputuskan dan dimenangkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo, Senin (8/4) lalu.
Pemkab saat ini masih menunggu hasil evaluasi manajement kontruksi (MK).

"Jika progres evaluasi ini sudah selesai, pasti kita langsung melakukan pembangunan pasar," ungkap Bupati kepada wartawan seusai menghadiri sidang paripurna di Gedung Dewan, Rabu (9/4). Terkait realisasi pembangunan untuk diteruskan, bupati sendiri mengaku belum bisa memastikannya. Hanya saja, saat ini pemkab mengaku telah bekerja keras untuk terus mengupayakan percepatan pembangunan.

Menurut dia, dasar setelah memenangkan gugatan, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan LKPP dan DPRD untuk penganggaran tahun tunggal. Jika dulu tahun jamak, sekarang tahun tunggal. Dengan dasar ketentuan yang sudah ada, pemkab akan terus menjalankan sesuai dengan tahapan yang berlaku. Belum bisa diprekdisinya waktu pembangunan sebab pemkab masih menunggu hasil evaluasi MK.

Sementara itu, salah satu Anggota Komisi B DPRD Wonosobo, Murkamtoro mengaku resah dengan belum dimulainya proyek pembangunan pasar. Pihaknya menyoroti soal kinerja pemkab yang masih di bawah 80 persen khusunya untuk bidang ekonomi makro. "Hasil analis kami, pertumbuhan ekonomi yang di bawah 80 persen itu sangat mungkin terjadi karena pembangunan pasar induk ini tidak segera terealisasi," jelasnya.

Hal itu disampaikan menanggapi laporan Kinerja Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2018, kemarin. Karenanya, pihaknya sangat mendesak bupati untuk segera melanjutkan proses pembangunan pasar ditahun 2019 ini. "Apapun yang terjadi, harus dilaksanakan. Mengingat capaian kerja khususnya melihat tataran ekonomi makro ini belum memenuhi target. Apalagi masih di bawah 80 persen," tegasnya.

Padahal, kata dia jika dilihat dari proses kerjasama yang dilakukan pihak DPRD dan Pemkab untuk menggunakan penganggaran tahun tunggal telah selesai pada bulan November tahun 2018 lalu. Menurut Kepala Bagian Pengendalian Pembangunan (Dalbang), Singgih Kuncoro menyebut, proyeksi anggaran yang telah diketuk sebesar Rp 125 milyar dan pemkab memprediksi pembangunan pasar bisa dilaksanakan awal April. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.