Pemkab Tuding Beredarnya Surat Permohonan Sponsor Buku 'Wonosobo The Soul of Java' ke Pengusaha Karaoke Kealpaaan CV



Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Wonosobo, Winarningsih memberikan keterangan pers di kantornya, Selasa (9/4) siang.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo menyampaikan surat permohonan sponsor terhadap sejumlah pengusaha karaoke di Wonosobo, merupakan kealpaan pihak penerbit buku, yaitu CV Dipa Trans Media Tama. Atas kesalahan tersebut, pihak CV Dipa Trans Media Tama sudah melayangkan surat resmi permohonan maaf kepada Bupati Wonosobo, Eko Purnomo.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Wonosobo, Winarningsih, Selasa (9/4) saat memberikan keterangan pers terkait munculnya polemik terkait beredarnya surat edaran Bupati berisi permohonan sponsor, untuk penerbitan buku Wonosobo The Soul of Java yang dikirimkan ke sejumlah pemilik usaha karaoke di wilayah Wonosobo.

Menurut dia, pihak CV, atas perintah Bupati Wonosobo melalui surat Nomor 481.13/051/2019 juga telah menarik seluruh surat edaran ke para pemilik usaha karaoke pada Senin (8/4). “Ada 10 surat edaran yang telah ditarik dari para pemilik usaha karaoke,” jelas Winarningsih. Ihwal beredarnya surat penawaran ke pemilik usaha hiburan, dilatarbelakangi dari munculnya penawaran oleh CV Dipa Trans Media Tama pada 25 Februari 2019.

Menurutnya, pihak CV menawarkan penerbitan buku dengan judul Wonosobo dalam Lintasan Sejarah dan Budaya, yang akhirnya diubah judulnya menjadi Wonosobo The Soul of Java. Buku tersebut, menurut dia akan berisi ragam potensi dan keunggulan daerah untuk kemudian diterbitkan sebanyak 250 eksemplar dan diedarkan ke sejumlah pihak, seperti lembaga negara, kedutaan, kalangan perhotelan, dan biro perjalanan wisata.

“Tujuannya untuk menarik minat wisatawan dan para investor agar bersedia menanamkan investasinya di Wonosobo,” tambahnya. Seluruh biaya yang muncul dari penerbitan buku tersebut, akan menjadi tanggung jawab pihak CV. “Dari audiensi pihak CV dengan Bupati didampingi Kepala Diskominfo, kemudian terbitlah surat rekomendasi dari Bupati kepada CV sebagai bekal menawarkan kesempatan kerjasama ke sejumlah pelaku usaha di Wonosobo,” terangnya.

Namun demikian, Bupati disebut Winarningsih tidak mengetahui perihal penggandaan surat rekomendasi beserta scan tandatangannya yang kemudian juga diedarkan ke para pelaku usaha hiburan. “Mestinya ada koordinasi dari pihak CV, terkait kepada siapa saja surat tersebut akan dikirimkan, tapi ternyata tidak ada,” ungkapnya.

Atas kesalahan itulah, CV Dipa Trans Media Tama telah mengirimkan surat permohonan maaf secara resmi kepada Bupati, dimana di dalamnya juga telah tercantum pengakuan atas kesalahan dan kealpaan perusahaan yang tidak melakukan koordinasi terkait distribusi surat. “Kami berharap klarifikasi ini sekaligus mengakhiri polemik terkait surat tersebut, dan semua pihak dapat memahaminya dengan baik,” harapnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.