Rekonstruksi Pembunuhan Pengusaha Tembakau Dilakukan Tertutup


Awak media mendokumentasikan sejumlah barang bukti yang digunakan para pelaku untuk melakukan pembunuhan berencana kepada pengusaha tembakau asal Parakan Temanggung itu.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Jajaran Polres Temanggung bersama Kejaksaan Negeri Temanggung menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berencana terhadap pengusaha tembakau dan pupuk Tjiong Boen Siong (64), Kamis (11/4) lalu. Namun demikian, rekonstruksi pembunuhan untuk memenuhi kelengkapan proses penyidikan, yang salah satu tersangkanya merupakan oknum anggota polisi itu dilakukan secara tertutup dari sorotan kamera awak media.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Temanggung, Bekti Wicaksono yang hadir dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, proses rekonstruksi tersebut merupakan alat kelengkapan penyidikan untuk kemudian dilimpahkan kepada Kejaksaan. “Jika nanti berkas-berkas kasus pembunuhan berencana ini sudah lengkap maka akan kami terbitkan P21,” ucapnya usai menyaksikan proses rekonstruksi yang digelar di Mapolres Temanggung.

Menurutnya, dalam proses rekonstruksi tersebut, lima tersangka turut dihadirkan untuk memperjelas gambaran proses pembunuhan Tjiong Boen Siong, warga Kelurahan Parakan Kauman Kecamatan Parakan, Temanggung itu. “Dalam hasil rekonstruksi yang dilakukan oleh para tersangka ini memang membuktikan bahwa memang sudah ada perencanaan sebelumnya untuk menghabisi nyawa korban,” tutur dia.

Lebih lanjut Bekti menyampaikan dalam rekonstruksi itu ada sekitar 26 adegan yang diperagakan oleh kelima tersangka yang saat ini telah mendekam di jeruji besi. “Peragaan tersebut dilakukan mulai dari proses perencanaan, eksekusinya, hingga pembayarannya,” tuturnya. Dirinnya juga mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih belum membaca berkas kasus pembunuhan berencana itu dari Satreskrim Polres Temanggung.

“Namun sampai saat ini kami memang sudah melakukan koordinasi, sehingga saat ini saya hadir dalam rekonstruksi ini, agar sebelum berkas masuk kita sudah paham,” bebernya. Selain itu dirinya juga menegaskan jika dalam kasus ini pihaknya berjanji tidak akan pandang bulu untuk menegakkan keadilan meskipun salah satu tersangka merupakan anggota Polri.

“Untuk tersangka Permadi peradilannya tentu sama dengan yang lain. Karena dia ini anggota polisi, jadi peradilannya tentu sama dengan yang lainnya. Berbeda dengan TNI, kalau TNI peradilannya di mahkamah militer. Tetapi kami berjanji akan menegakkan keadilan, meskipun salah satu tersangka anggota polisi,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, dalam kasus pembunuhan ini ada lima orang tersangka terlibat yakni Nurtafia (istri korban), Permadi (kekasih Nurtafia), Indarto alias Markun, Ambon, dan Agus. Sedangkan motif pembunuhan sendiri yakni cinta segitiga dimana Nurtafia dan Permadi merasa terhalang kisah asmaranya dengan adanya korban. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.