Sandiaga Prihatin Harga Tembakau Temanggung Anjlok hingga Rp 15.000/Kg


BERI ORASI POLITIK : Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno memberikan orasi politiknya saat menghadiri Halaqoh K2 Aswaja Kabupaten Temanggung di Pondok Pesantren Ridho Allah, Kauman Kecamatan Kaloran, Temanggung, Sabtu (6/4) lalu.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno mengaku sangat prihatin setelah mendapat keluhan harga tembakau di Temanggung selalu anjlok. Bahkan, turunnya harga tembakau tersebut membuat para petani cemas, karena menjadi nombok. Dia mendapat informasi jika harga semula antara Rp 50.000 hingga Rp 60.000 per kilogram, turun menjadi Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per kilogram.

"Mau panen petani malah cemas. Oleh karena itu Prabowo-Sandi akan berjuang bersama petani Temanggung, jangan sampai petani panen malah nombok. Pak Prabowo dan saya akan nguwongke petani," ungkap Sandiaga saat menghadiri Halaqoh K2 Aswaja Kabupaten Temanggung di Pondok Pesantren Ridho Allah, Kauman Kecamatan Kaloran, Temanggung, Sabtu (6/4) lalu.

Pihaknya mengaku sangat kaget, mendengar harga tembakau sering anjlok. Pasalnya, Temanggung selain udaranya menyegarkan, tanahnya subur, hamparan tanaman tembakau dan hortikultura tumbuh dengan bagus. Dia menuturkan petani harus makmur, pastikan pupuk, obat, bibit tersedia. "Jangan sampai ada yang diselewengkan. Jangan ada yang dikorupsi," tandasnya.

Pihaknya ingin harga panen tembakau harus dijaga jangan sampai anjlok karena impor. Pasangan Prabowo-Sandi menegaskan menolak impor saat panen. Dalam kesempatan itu, Sandiaga juga mengajak pendukungnya bershalawat. Di hadapan ribuan pendukungnya tersebut, Sandiaga mengajak pendukungnya bershalawat sebelum menyampaikan orasi politik.

Hal ini dilakukan Sandiaga sebagai upaya menangkal berita hoaks yang menyatakan bahwa Prabowo-Sandi antishalawat, antimaulid, dan antitahlil. Pihaknya menilai menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak yang akan dilaksanakan tanggal 17 April 2019 mendatang banyak hoaks menyebar. "Banyak beradar hoaks di antara kita, bahwa Prabowo-Sandi antishalawat, anti maulid, antitahlil, itu semua bohong," katanya.

Dia menuturkan komunitas kiai Ahlusunnah Waljamaah sudah menegaskan bahwa Prabowo-Sandi akan mengawal ahlusunnah waljamaah dan mencintai Islam yang rahmatan lilalamin. "Tahlilan, maulid, shalawatan, dan manakib insya Allah kita lestarikan. Kami pastikan komunitas ahlusunnah waljamaah akan mengawal terus dan menjadi mitra pembangunan ekonomi," katanya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.