Sejumlah Pengusaha Karaoke Wonosobo Dimintai Sponsor Pembuatan Buku Wonosobo The Soul of Java


Ketua Asparaw Tia Viandari memberikan keterangan. (inzet) surat permohonan tertanda Bupati Wonosobo Eko Purnomo

WONOSOBO (FOKUSSABA)-
Beredar surat permintaan sponsor untuk pembuatan buku Wonosobo The Soul of Java tertanda Bupati Wonosobo Eko Purnomo kepada sejumlah pengusaha karaoke di Wonosobo. Hal itu menyusul telah dikeluarkannya putusan pihak Pengadilan Negeri Wonosobo terkait penolakan seluruh gugatan dari pihak Asosiasi Pengusaha Karaoke Wonosobo (Asparaw).

Surat tersebut dituding bersebrangan dengan semangat dan komitmen Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk menutup tempat karaoke tidak berizin di Wonosobo. Melalui surat bernomor 48.13/032/2019 yang bersifat segera, tentang penerbitan buku Wonosobo The Soul of Java, tertanggal 13 maret 2019, tertanda tangan Bupati Wonosobo Eko Purnomo lengkap dengan Cap Stempel Pemkab Wonosobo.

Surat ditujukan kepada Pimpinan Qween 99 Karaoke di Wonosobo. Isinya memberikan penawaran untuk menjadi sponsor pembuatan buku. "Awalnya heran, tapi geli juga, lha dieksekusi, disegel, disuruh tutup eh lha koq njaluk sumbangan. Berarti mereka masih mengakui dan butuh Aspara to? Yang sudah ditembusi surat ada CRA , Benefit , Qween , Blues dan Mulia cafe," ungkap Ketua Asparaw Tia Viandari.

Pihaknya sudah berkonsultasi kepada kuasa hukumnya. Atas instruksi lawyer Asparaw, diminta tetap proaktif memberi kontribusi sebagai warga masyarakat yang baik. Namun, tetap minta bukti kuwitansi donasinya. "Eh tapi belum sempet nyumbang malah tuh surat bupati sudah ditarik kembali oleh pihak bupati gitu alias gak jadi. Belum sempet nyumbang. Jadi disebar hari Rabu (4/4) dan ditarik Sabtu (6/4)," beber dia.

Terpisah, Kuasa Hukum Asparaw Yoseph Parera saat dikonfirmasi membenarkan adanya surat permohonan dari Pemkab Wonosobo meminta sponsor pembuatan buku Wonosobo The Soul of Java kepada para pengusaha karaoke yang tergabung di Asparaw. Menurutnya surat penawaran itu sudah masuk kepada enam pengusaha karaoke. "Ya ada, kami sudah kantongi buktinya, surat resmi dari pemkab, ada tanda tangan dan stempel bupati, itu khan menunjukkan bupati sejatinya mengakui keberadaan kita,” katanya.

Saat dikonfirmasi wartawan, Pejabat Sekda Wonosobo Muhammad Zuhri mengaku belum mengetahui perihal surat permohonan sponsor pembuatan buku Wonosobo The Soul of Java kepada pengusaha karaoke. Dirinya mengaku akan melakukan penelusuran terlebih dahulu, asal surat tersebut. "Kami sudah bertemu dengan bupati, beliau mengaku tidak mengeluarkan surat itu. Kita telusuri dulu surat itu dari mana, apakah benar dari pemkab atau tidak, nanti kita jelaskan melalui konferensi pers,” ungkapnya.

Menurutnya, program pembuatan buku Wonosobo The Soul of Java ada di Bappeda Wonosobo dan juga Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo, OPD terkait akan diklarifikasi terlebih dahulu, sehingga menjadi terang. Kepala Disparbud Wonosobo, One Andang Wardoyo mengaku tidak mengetahui soal pembuatan buku Wonosobo The Soul of Java, sejak beredarnya surat tersebut dan ramai dibicarakan di media sosial.

Pihaknya sudah melakukan klarifikasi kepada seluruh bawahnnya di lingkungan kantor yang dipimpinnya. "Kami memang ada program pembuatan buku dan sudah jadi, tapi yang itu kami tidak tahu, sudah saya cek ke anak buah, juga ngak ada,” bebernya.

Kepala Kominfo Wonosobo Eko Suryantoro mengaku bahwa pihaknya tidak mengetahui dan tidak pernah mengeluarkan surat tersebut, menurutnya memang ada pihak dari swasta yang pernah melakukan penawaran terkait pembuatan buku potensi dan investasi Wonosobo. Semua biaya cetak dan distribusi dari mereka. "Kita sedang memastikan, surat itu dari mana, bisa jadi itu pemalsuan,” ujarnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.