Jalan Desa Sikapat-Gumelar Diperbaiki Warga secara Swadaya, DPUPR Sayangkan Warga Tak Koordinasi


Sejumlah warga melakukan perbaikan jalan dengan cara swadaya di jalan Sikapat-Gumelar Kecamatan Wadaslintang, belum lama ini.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo, Widi Purwanto menjawab protes warga terkait kondisi jalan penghubung Desa Sikapat-Gumelar di Kecamatan Wadaslintang yang rusak dan kemudian diperbaiki sendiri secara swadaya. Widi mengaku petugas di Unit Pelaksana Teknis setempat telah melakukan cek lapangan terkait kondisi jalan yang viral di media sosial tersebut.

Pada prinsipnya, Widi menyampaikan apresiatif terhadap langkah warga untuk bergotong royong membenahi kerusakan jalan, namun pihaknya menyayangkan hal itu tidak dikomunikasikan ke DPUPR terlebih dahulu. Apabila ada konsolidasi dan konsultasi dengan pihak DPUPR, Widi menyebut pekerjaan perbaikan jalan akan lebih terarah sesuai spesifikasi teknisnya, sehingga tidak mudah rusak.

Pria berkumis tebal itu menjelaskan perihal teknis perbaikan jalan, idealnya mempertimbangkan sejumlah hal, termasuk kondisi geografis, kontur tanah dan material yang digunakan. Sebagai contoh, apabila pengerasan jalan menggunakan plester, apabila ketebalan kurang dari 15 centimeter, maka jalan akan cepat mengelupas. Namun pihaknya berharap jalan bisa awet.

Semangat warga masyarakat untuk memperbaiki jalan menurutnya akan lebih terasa manfaatnya apabila hasil pekerjaan mereka awet dan dapat dipergunakan secara maksimal. DPUPR juga telah memiliki material untuk perbaikan jalan secara cepat, yaitu menggunakan coolmix, alias aspal dingin. Dengan material cool mix, aspal tidak perlu dipanaskan sehingga pekerjaan perbaikan jalan juga hemat waktu dan tenaga.

“Untuk perbaikan jalan kabupaten di UPT Wadaslintang, yang mecakup pula wilayah Kaliwiro dan Kalibawang, kami sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 500 juta pada anggaran penetapan Tahun 2019,” terang Widi. Khusus untuk jalur Sikapat-Gumelar, disebut Widi memang tidak masuk ke usulan anggaran penetapan 2019, karena hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), dari mulai Desa, Kecamatan hingga Kabupaten memang tidak memunculkan usulan tersebut.

Namun di sisi lain, untuk perbaikan jembatan patah di Selomanik, Kecamatan Kaliwiro yang juga diunggah ke media sosial oleh warga, Widi mengaku sudah mengalokasikan anggaran di penetapan 2019, sebesar Rp 3 miliar. “Untuk waktu pengerjaan, mohon masyarakat bersabar menunggu karena sejumlah hal masih perlu diselesaikan,” pungkasnya.

Sebelumnya warga Desa Sikapat dan Gumelar di Kecamatan Wadaslintang melakukan swadaya perbaikan jalan di wilayah desa setempat. Mereka juga memasang plang pemberitahuan "mohon maaf jalan Sikapat-Gumelar ditutup untuk kendaraan empat/ lebih. Ada swadaya perbaikan jalan, karena Pemkab tidak peduli". (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.