Tak Ingin Terus Larut dalam Fanatisme Dukungan, Pendukung 01 dan 02 Pilpres Mancing Bareng


PESTA RAKYAT : Puluhan warga berkumpul untuk melakukan pesta rakyat dengan bernyanyi bersama dan mancing bersama untuk menyatukan perbedaan pascapemilu.

TAK ingin terus larut dalam fanatisme dukungan kepada masing-masing pasangan calon presiden-wakil presiden, warga Dusun Kuncen, Desa Badran Kecamatan Kranggan, Temanggung melakukan tindakan unik di kampungnya. Masing-masing pendukung baik pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin maupun pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subiyanto dan Sandiaga Salahuddin Uno, sepakat menggelar mancing bareng.

Melalui gelaran mancing bareng, tersebut, mereka ingin meskipun terdapat perbedaan pilihan, mereka tidak ingin hal itu menimbulkan perpecahan yang tak berujung. Ratusan warga Dusun Kuncen Desa Badran, sengaja menggelar mancing bareng di sepanjang selokan yang membelah perkampungan itu pada Sabtu (20/4) petang. Di sisi selokan terdapat latar belakang karikatur bergambar Jokowi-Prabowo sedang berpelukan.

Selain itu terdapat pula, sebuah panggung mini didirikan untuk menghibur warga yang hadir dengan iringan musik akustik dari 'Sedulur Nada', group band akustik yang beranggotakan pemuda-pemudi Dusun Kuncen. "Kami menggelar pesta rakyat, mancing bareng, sebagai ajang rekonsiliasi arus bawah pascapemilu. Kami tak ingin, karena kemarin kita berbeda pilihan lalu menimbulkan perpecahan tak berujung," kata Hudha Sungsang Purwito, koordinator mancing bareng.

Dijelaskan, sebelum acara mancing bareng dimulai, warga diajak menyanyikan lagu kebangsaan 'Indonesia Raya' serta lagu dari Kotak 'Tanah Airku' menjadi suguhan tembang hiburan perdana dari 'Sedulur Nada' untuk para mancing mania. Kemudian mereka melepas puluhan kilogram ikan lele dan bader, untuk dipancing bersama. Hal itu sebaga wujud rasa guyub-rukun, seduluran sesama warga di lingkungan Dusun Kuncen.

Mengenai biaya kegiatan itu, karena merupakan pesta rakyat, dana yang digunakan juga murni swadaya. Menurutnya, di tengah situasi politik nasional yang memanas, warga berinisiatif membuat acara yang dapat kembali mempererat tali persaudaraan. "Warga di sini berbeda-beda pilihan dalam Pemilu kemarin. Baik pilihan presiden, maupun legislatif. Namun, warga tak ingin terpengaruh memanasnya situasi politik nasional," jelasnya.

Menurutnya, kemarin seluruh warga sudah menyalurkan hak pilihnya dengan damai. Saat ini perlu melupakan pilihan masing-mmasing, jangan putus persabahatan dan seduluran, hanya karena beda gambar dalam coblosan. Terdapat beberapa ekor lele yang berukuran cukup besar sebagai 'ikon' yang turut dilepas. Bagi warga yang beruntung mendapat 'ikon' tersebut, berhak membawa pulang doorprize, yang disediakan panitia.

Untuk warga yang hadir dari lintas afiliasi politik, gender, usia, dan sosial. Tua-muda, anak-remaja, lelaki-perempuan, berbaur dengan hangat. Beberapa ibu yang tampak hadir di lokasi dengan menggendong anaknya, juga menenteng joran. Hendak turut memancing. Tak mau kalah dengan para para lelaki yang telah menyiapkan kailnya. Terlebih, itu juga merupakan peringatan 'Hari Kartini' yang jatuh tiap tanggal 21 April.

"Kami ibu-ibu warga Kuncen tak mau kalah, turut berpartisipasi," tutur seorang wara, Eni Subekti. Dia mengaku senang dan bahagia, tak ada lagi polarisasi di tengah warga terkait pilihan politik masing-masing. Menurutnya, saat ini meski calon yang dijagokan kalah atau menang, warga Kuncen bisa menerima dengan lapang dada. "pesta demokrasi harus bisa menyatukan di tengah perbedaan, seperti saat ini," ungkapnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.