Takut Lihat Pendaki Meninggal, Enam Pendaki ITB Tersesat di Gunung Sumbing


Tim gabungan berhasil menjemput enam pendaki mahasiswa Fakultas Teknik Tambang dan Minyak ITB yang tersesat di Gunung Sumbing, Minggu (7/4) dini hari.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Enam pendaki rombongan dari Fakultas Teknik Tambang dan Minyak Institut Teknologi Bandung (ITB) tersesat saat mendaki Gunung Sumbing, Sabtu (6/4) petang. Informasi yang berhasil dihimpun, mereka berencana turun via jalur Basecamp Garung, tetapi di lokasi seputar Puncak Rajawali mereka berjumpa dengan korban yang meninggal dunia, karena terkena hypotermia.

"Karena ketakutan mereka memutuskan turun lewat Jalur Cepit, Desa Pagergunung Kecamatan Bulu, Temanggung. Tetapi survivor yang merupakan rombongan Fakultas Teknik Tambang dan Minyak ITB yang berjumlah rombongan enam orang malah tersesat," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi.

Menurut dia enam pendaki yang tersesat di Gunung Sumbing tersebut antara lain, Ozan Bagas Suseno, Gregorius Gilang Ramadhian, Muhammad albar wildan aziz, Yan Wiliem Korwa, Radifan Ahmad Surya Cendikia dan Leonardo Budi Satrio Utomo. Dijelaskan, kronologis kejadian, pada Jumat (5/4) pukul 09.00 rombongan naik Gunung Sumbing dari jalur Pendakian Banaran di Desa Banaran, Kecamatan Tembarak, Temanggung.

Kemudian, setelah mencapai puncak, mereka berencana turun Via Jalur Garung, di Desa Butuh Kecamatan Kalikajar, Wonosobo. Tetapi di lokasi seputar Puncak Rajawali, mereka rupanya berjumpa dengan korban yang meninggal dunia karena terkena hypotermia. "Karena ketakutan, mereka memutuskan turun lewat Jalur Cepit, Pagergunung Kecamatan Bulu, Temanggung," beber dia.

Namun, saat ingin melintasi Jalur Cepit, mereka tidak menjumpai jalan setapak atau jalur pendakian. Kemudian, survivor sempat mengirim pesan via ponsel dengan Basecamp Banaran pada Sabtu (6/4) pukul 17.00. Setelah itu ponsel dari Wildan Azis salah satu survivor yang mengirimkan pesan rupanya sudah tidak bisa dihubungi pihak Basecamp Banaran. Pihak basecamp yang memperoleh informasi langsung berkoordinasi dengan BPBD dan SAR Kabupaten Temanggung.

Tim Gabungan Basecamp Banaran dan Basecamp Cepit kemudian melakukan penyisiran via Jalur Cepit. Berkat kerja keras dan semangat tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Koramil Bulu, Polsek Bulu, SAR Kabupaten Temanggung, Tagana, IOF Rescue, Basecamp Palpag Cepit, Basecamp
Banaran East Route Banaran, Relina dan masyarakat Dusun Cepit Desa Pagergunung Kecamatan Bulu, enam survivor ditemukan pada Jalur Cepit pukul 00.30.

"Mereka ditemukan pukul Minggu (7/4) sekitar pukul 00.30, tepatnya di sekitar sabrangan, atau bawah Pos 4. Kemudian tim gabungan bersama pendaki bergerak turun menuju Basecamp Cepit pukul 01.00. Mereka sampai di Basecamp Cepit sekitar pukul 02.30. Kemudian mereka bergerak lagi menuju Basecamp Banaran pukul 03.15. Sampai di Basecamp Banaran pukul 04.00. Empat pendaki dalam kondisi baik," beber dia. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.