Temuan Dugaan Politik Uang Belum Bisa Dijerat


TUNJUKAN BARANG BUKTI : Ketua Bawaslu Temanggung, Erwin Nurrachmani menunjukan barang bukti amplop dan uang yang diduga akan digunakan untuk politik uang salah satu caleg di kantornya, Selasa (16/4) sore.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Temanggung menyebutkan, temuan dugaan money politics atau politik uang di wilayah Kecamatan Kandangan, belum bisa dijerat pidana Pemilu, terkait praktik money politics. Pasalnya, tahapan dan unsur-unsur praktik money politics belum sepenuhnya terlaksana.

Hal itu ditegaskan Ketua Bawaslu Temanggung, Erwin Nurrachmani saat memberikan keterangan kepada awak media di kantornya, kemarin. Langkah yang diambil Bawaslu Temanggung, terkait temuan itu adalah mengamankan barang-barang yang dititipkan tersebut. Selanjutnya, nanti akan dikembalikan kepada orang yang memiliki barang tersebut.

Disinggung mengenai identitas caleg dan dari mana partai yang bersangkutan berasal, Erwin enggan membeberkannya. "Yang jelas, akan kita berikan teguran kepada yang bersangkutan melalui partainya. Namun, untuk kartu nama di dalam amplop tersebut, merupakan seorang caleg DPRD Temanggung, Daerah Pemilihan (Dapil) V, yang meliputi Kecamatan Kandangan dan Kedu.

"Temuan itu belum bisa dijerat pidana Pemilu terkait praktik money politics. Sebab, tahapan dan unsur-unsur praktik money politics belum sepenuhnya terlaksana. Setelah selesai proses Pemilu, nanti kita kembalikan kepada orang, yang darinya kita mengamankan amplop dan uang ini. Bukan kepada caleg yang gambarnya tertera dalam amplop," ujarnya.

Berdasarkan informasi dari lapangan menyebutkan, jajaran Bawaslu yang pertama kali menerima informasi adanya indikasi money politics itu adalah seorang pengawas TPS di Desa Kandangan. Selanjutnya, Pengawas TPS tersebut meminta konfirmasi dari seorang warga yang diduga sebagai 'kurir' untuk membagi-bagikan amplop tersebut kepada warga.

Benar saja, saat dikonfirmasi warga tersebut mengaku dititipi oleh seseorang untuk membagi-bagikan amplop tersebut, namun belum sempat dilaksanakan. Hingga akhirnya, amplop-amplop itu diamankan oleh jajaran Bawaslu Temanggung. Seperti diberitakan sebelumnya, belasan amplop berisi uang masing-masing Rp 50.000 serta di dalamnya terdapat kartu nama bergambar Caleg) DPRD Temanggung diamankan Bawaslu Temanggung.

Temuan barang bukti diduga akan digunakan untuk politik uang tersebut ditemukan di Desa Kandangan Kecamatan Kandangan, Temanggung, Senin (15/4) lalu. Terdapat 18 barang bukti, antara lain 11 amplop berisi uang, yang salah satunya disertai gambar caleg salah satu partai politik, uang lima lembar pecahan Rp 50.000 dan dua sudah dipakai penyebar uang itu. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.