Bupati Ajak Jadikan Puasa Ramadan sebagai Momentum Perubahan Menjadi Lebih Baik


Bupati Wonosobo Eko Purnomo menyerahkan piagam penghargaan kepada perwakilan pengurus masjid.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Bupati Wonosobo Eko Purnomo mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa meningkatkan serta memperbanyak amal dan ibadah di bulan Ramadan, sehingga menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama. Memaknai puasa di bulan suci Ramadan, bukanlah semata-mata menahan lapar dan haus semata.

Hal ini melainkan kita ambil hikmah yang mendalam, yakni sebagai momentum strategis untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih positif, memperbaharui diri menjadi pribadi yang lebih berkualitas, serta lebih menikmati dan mensyukuri anugerah yang telah diberikan Allah SWT. Hal dikatakan Bupati Wonosobo Eko Purnomo saat tarawih keliling perdana, baru-baru ini.

“Dalam bulan yang penuh berkah ini, marilah bersama-sama untuk lebih meningkatkan dan memperbanyak amal dan ibadah kita, menjadi pribadi yang lebih peka dan peduli terhadap sesama makhluk-Nya, mempererat tali silaturahmi di antara kita, serta mampu mengendalikan diri untuk tidak berbuat segala sesuatu yang dapat merusak puasa kita,” ujarnya.

Selain itu Eko mengajak untuk selalu membangun persatuan dan kesatuan bangsa, serta mempererat keutuhan persaudaraan agar tercipta kedamaian dan kesejukan. Apalagi dengan selesainya Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu di Wonosobo saat ini, mengingatkan untuk tidak melakukan hal-hal yang berlebihan, yang dapat menciderai tujuan dari Pesta Demokrasi yang dapat merusak tali silaturahmi antar sesama.

Harus bisa menjaga kepala tetap dingin, dengan mengedepankan logika dalam menyikapi berbagai perbedaan pendapat.
“Saya harap, di tengah kita menjalankan Ibadah Puasa Romadhon, kita tetap menjaga kepala kita tetap dingin, dengan mengedepankan logika dalam menyikapi berbagai perbedaan pendapat”, katanya.

“Kita bisa menyikapi perbedaan ini sebagai Rahmatan Lil Alamin, yang harus kita yakini, bukan untuk memecah belah tapi untuk lebih memperkuat ukhuwah kita, di tengah kehidupan bermasyarakat,” imbuhnya. Sementara itu tarling perdana diisi pengajian oleh Ust Kyai Khaidar Idris, dari Kauman. Yang menyampaikan isi pengajian terkait ibadah puasa dan yang membatalkan puasa. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.