Bupati Al Khadziq Minta Djarum Naikkan Kuota Pembelian Tembakau Temanggung


BERKUNJUNG KE DJARUM : Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq bersama jajaranya berkunjung ke PT Djarum Kudus di ruang pertemuan perusahaan tersebut, Rabu (15/5) kemarin.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq meminta Perusahaan Rokok PT Djarum Kudus menaikkan kuota pembelian tembakau Temanggung, sekaligus menaikkan harganya pada musim panen tembakau tahun 2019. Dengan demikian petani bisa menikmati keuntungan untuk meningkatkan kesejahterannya.

Hal itu disampaikan Bupati Al Khadziq saat berkunjung ke PT Djarum Kudus, Rabu (15/5) kemarin. Dalam kunjungan tersebut Bupati didampingi Wakil Bupati Heri Ibnu Wibowo, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Rony Nurhastuti, Kepala Dinas Pertanian Masrik Amin Zuhdi dan pejabat terkait.

Rombongan Bupati diterima jajaran menejemen PT Djarum Kudus di ruang pertemuan setempat. Bupati mengatakan saat ini para petani sudah mulai menanam tembakau baik di lahan tegalan maupun sawah dan berharap bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga pada saat panen nanti menghasilkan tembakau berkualitas.

Namun setiap musim panen para petani acapkali menghadapi permasalahan tidak semua tembakau yang dihasilkan terserap dibeli oleh pabrikan salah satu diantara PT Djarum. Disisi lain tingkat harga pembelian dirasa masih rendah hingga menyebabkan merugi.

Oleh karena itu, PT Djarum diminta untuk membeli tembakau Temanggung sebanyak-banyaknya dengan harga yang tinggi. Disamping itu Bupati juga berharap Djarum untuk menghilangkan sistem pemotongan timbangan mencapai 20 persen, karena dinilai memberatkan petani dan pedagang.

Sementara itu, Direktur Pembelian PT Djarum Sutanto mengaku belum bisa menentukan untuk jumlah kuota pembelian maupun plafon harganya pada musim panen tembakau tahun 2019. Namun pada prinsipnya pihaknya siap membeli tembakau Temanggung sepanjang memenuhi standar kualitas, sebagaimana yang ditetapkan oleh perusahaan.

Karena itu, diharapkan para petani menanam dan mengolah tembakau dengan sebaik-baiknya dan menjaga kemurnian tembakau asli Temanggung. Terkait pemotongan timbangan mencapai 20 persen, dikatakan pemotongan tersebut dilakukan untuk kalkulasi berat keranjang, pangkal daun yang tidak terpakai dan penyusutan tembakau. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.