Habis Jual Gerobak, Seorang Ibu Asal Sruni Kecopetan Rp 8 Juta di Mikrobus


Ilustrasi

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Kasus kriminalitas jelang momen Lebaran semakin marak. Seluruh warga masyarakat di wilayah Wonosobo harus meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas, baik di dalam rumah, di pusat-pusat keramaian, kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Karena kejahatan bisa saja terjadi karena ada celah dan kesempatan seseorang untuk melakukan tindakan.

Setelah adanya kasus pencurian dengan cara pecah kaca mobil, tepatnya di depan Indomaret SPBU Gontor Kampung Sidojoyo Kelurahan Pagerkukuh Kecamatan Wonosobo dengan kerugian meteriil sebesar Rp 489 juta, pada Jumat (17/5) juga terjadi kasus pencopetan di angkutan umum dengan kerugian mencapai sebesar Rp 8 juta. Informasi yang dihimpun @fokussaba kejadian sekitar pukul 11.00-12.00 siang.

Kejadian menimpa seorang ibu rumah tangga bernama Badriyah (40), warga Sruni Desa RT 08 RW 05 Kelurahan Jaraksari Kecamatan Wonosobo. Kronologis kejadian perempuan yang akrab dengan panggilan Mbak Bat waktu itu baru pulang dari Kalibeber. Kemudian dia menunggu bus mikro di wilayah Longkrang. Setelah itu, dia mendapat bus mikro warna biru. Namun ketika naik, ternyata bus sesak banyak anak sekolah.

Ketika sudah berjalan, kemudian mikro bus berhenti di Perempatan Hotel Kresna. Ketika itu dua orang laki-laki yang diduga copet naik dari perempatan itu. Mereka memakai jaket warna coklat dan menggunakan pet. Rupanya saat naik, lelaki itu mepet Mbak Bat. Saat itu korban merasa risih karena ada tangan yang jahil. Karena merasa tidak nyaman, Mbak Bat kemudian menaruh tasnya diapit di bagian depan.

"Tapi orang yang pakek jaket itu mepet terus malah tanya "kuater diute tak jokok pa bu" gitu, ibu saya jawab mboten mas wong melas jenengan mepet kulo gitu jawab ibu. Nah karna sudah gak nyaman ibu saya berpikiran turun di wilayah Prajuritan Bawah. Nah di situ tiba-tiba tasnya sudah kebuka. Uang senilai Rp 8 juta di dalam tas rupanya sudah hilang," ungkap Agus Sumarsono, anak korban memberikan keterangan.

Melihat kejadian itu korban langsung minta tolong. Setelah itu, ada penjual burung yang memberikan uang Rp 5.000 untuk mengejar bus mikro itu. Tetapi rupanya tidak terkejar. Setelah itu dia laporan kepada petugas kepolisian bernama Widi dari Polres Wonosobo yang menemui di Alun-alun kota. "Karena waktu itu pak Widi di Alun-alun, setelah itu ibu di suruh nyari bisnya di Manolan," beber dia.

Kemudian korban akhirnya ke Manolan di bantu sama anak anak Manolan, kebetulan orang Sruni juga di Munyang, tapi tidak ketemu dan belum jelas orangnya. "Ketika itu saya mau jumatan di rumah Sruni, kemudian ibu saya kemudian nelfon terus sampai rumah ibu saya nangis karna kecopetan uangnya itu. "Padahal ibu habis jual gerobak senilai Rp 8 juta dan uang pesanan makanan dari Kalibeber," tuturnya.

Pihaknya berharap aparat kepolisian bisa segera menindak gerombolan dan mengungkap aksi pencopet tersebut. Dengan adaya kejadian itu, warga masyarakat diharapkan bisa waspada dan selalu berhati-hati, khususnya saat dikendaraan umum. "Semoga polisi bisa segera menangkap pelakunya dan memberi pelajaran hukuman untuk para copet itu agar jera," harapnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.