Jelang Ramadan, Harga Telur Ayam Naik di Temanggung


Sejumlah pedagang telur ayam ras melayani pembeli di toko miliknya, kemarin. Jelang Ramadan harga komoditas telur di pasaran mengalami kenaikan.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Jelang momen Ramadan, harga komoditas telur ayam ras di pasaran naik. Sejumlah pedagang menuturkan, harga mengalami lonjakan sejak sepekan lalu. Seperti di Pasar Kliwonrejo Amertani Temanggung, harga telur ayam ras saat ini tembus Rp 23.500 per kilogram. “Harga jualnya sudah naik hingga mencapai Rp 3.500 tiga per kilogram,” ungkap salah satu pedagang di pasar setempat, Ika Nuryati (38) kemarin.

Menurutnya, kenaikan harga telur ini memang tidak terjadi sekali tempo, namun kenaikan harga telur ini bertahap selama kurang lebih sepekan terakhir ini. Dipekan ketiga bulan April lalu harga telur masih terbilang normal yakni Rp 20.000 per kilogram. Namun, harga komoditas bahan kebutuhan pokok itu mulai naik sejak minggu terakhir di April. Kenaikan harga telur ayam ras pada saat itu hanya sekitar Rp 1.000 per kilogram, naik menjadi Rp 21.000 per kilogram.

Padahal harga normal telur saat ini hanya Rp 20.000 per kilogram. Berbeda dengan tahun 2018 lalu harga normal rata-rata per bulan ada dikisaran Rp 18.000 per kilogram. Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, memang diakui semakin mendekati bulan Ramadan, harga telur memang selalu mengalami kenaikan. Harga telur sudah mengalami kenaikan tiga tahap, dari Rp 20.000 menjadi Rp 21.000, kemudian naik lagi menjadi Rp 22.000 per kilogram.

Kemudian harga telur sekarang naik lagi mencapai Rp 23.500 per kilogram. Hal itu juga diungkapkan Wiwin (39) pedagang lainnya. Menurutnya kenaikan harga telur ini disebabkan karena permintaan masyarakat menjelang bulan Ramadan ini cukup meningkat. Sedangkan pasokan dari peternak tidak ada penambahan pasokan.
“Biasanya kalau jelang Ramadan, masyarakat di Temanggung mengelar nyadran atau selamatan desa, jadi kebutuhannya meningkat,” tuturnya.

Dia mengaku, sebelum mengalami kenaikan harga, dalam sehari paling banyak dipasok lima tong telur. Satu tong isi lima kilogram telur. Untuk saat ini pasokan masih sama tidak ada peningkatan. “Harga dari peternak juga sudah naik, jadi terpaksa harga jualnya juga saya naikan,” tuturnya. Sementara itu Yatun (56) salah satu konsumen dan pengusaha rumah makan menuturkan, sejak tiga hari terakhir ini, harga telur sudah mulai naik.

Kenaikan harga telur ini sedikit banyaknya juga mempengaruhi pengeluaran di warung makan miliknya. “Berpengaruh sekali, tapi kenaikan harga telur saat ini masih wajar,” tuturnya. Dia menuturkan, meskipun harga telur sudah mengalami kenaikan, namun dirinya belum berani menaikan harga jual makanan berbahan dasar telur di warung makannya. “Belum, sampai saat ini masih saya jual dengan harga normal ke pelanggan,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, harga telur ini tidak mengalami kenaikan lagi, sebab jika harga telur sudah lebih di atas Rp 25.000 maka mau tidak mau dirinya harus merubah harga jual makanan berbahan dasar telur di warung miliknya. “Semoga saja tidak naik lagi, cukup sampai dengan harga Rp 23.500 per kilogram saja. Kalau harapan kami tentu harga telur meskipun momen Ramadan bisa kembali normal,” harapnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.