Jembatan Dadapan yang Terbawa Banjir Telah Diproyeksikan Akan Dibangun Tahun 2020


Kepala DPUPR Wonosobo, Widi Purwanto saat meninjau lokasi Jembatan Dadapan yang hanyut terbawa banjir, baru-baru ini.

GARUNG (FOKUSSABA)- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo mengaku sudah mengajukan penganggarkan untuk membangun kembali jembatan yang ambrol di Desa Sitiharjo, Kecamatan Garung, Wonosobo senilai Rp 5 miliar. Pengajuan itu sebelumnya sudah dibahas dalam proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pemkab Wonosobo tahun 2020.

Kepala DPUPR Wonosobo, Widi Purwanto mengatakan, dalam proses Musrenbang tahun 2020, sebenarnya pihaknya sudah mengajukan usulan untuk rehab total jembatan yang berada di Dusun Dadapan, Desa Sitiharjo, Kecamatan Garung tersebut. "Sebelum ambrol terbawa banjir, kami sudah mengusulkan rehab total jembatan tersebut di Musrenbang," ungkapnya kepada @fokussaba setelah memantau kondisi jembatan yang ambrol terbawa banjir.

Menurut dia, direncanakan pembangunan akan dilakukan dengan kontruksi girder pratekan dan memperpanjang bentang 20 meter serta menaikkan tinggi jembatan. Pembangunan jembatan yang direncanakan ini, akan menelan anggaran mencapai Rp 5 miliar. Namun demikian, sebelum dilakukan rehab total pada tahun 2020, untuk sementara pihaknya akan mengusulkan pembangunan jembatan tersebut dengan dana tak terduga pada tahun 2019 ini.

Diharapkan, akses jembatan yang putus total itu untuk sementara bisa dilalui kendaraan bermotor. "Ini kan akses utama warga Desa Sitiharjo, kalau tidak segera dibangun warga harus memutar dan jarak tempuhnya menjadi lebih jauh," ungkapnya. Untuk jembatan di Dadapan tersebut dibangun pada tahun 2001 dengan kontruksi komposit, gelagar IWF dengan bentang jembatan 12 meter. Konstruksi gelagar itu, katanya, sebenarnya masih layak.

Kemungkinan, kata dia, pondasinya yang sudah berumur 18 tahun itu terus digerus air dari bawah. Sehingga pada banjir kemarin, arus air yang sangat kuat sekali membuat gelagar dengan betonnya yang masih menempel bergeser sekitar 50 meter ke arah hilir. "Banjir pada awal Mei itu sangat besar, diperkirakan ketinggian air mencapai 5 meter dari muka air normal dan menghantam pondasi jembatan sebelah barat yang mengakibatkan abutment runtuh," tandasnya.

Sementara itu, salah satu warga Dusun Dadapan, Ahmad Afif mengatakan jembatan yang ambrol itu menghubungkan satu desa dan dua dusun di Kecamatan Garung. Jembatan itu ambruk akibat diterjang banjir besar akibat hujan deras yang turun sepanjang Kamis (2/5) sekitar pukul 16.30. Hal tersebut membuat akses warga ke beberapa desa di wilayah setempat menjadi terputus.

Jembatan tersebut merupakan akses utama warga yang menjadi penghubung Dusun Dadapan dengan Dusun Suruhan dan Desa Kalilawang. Dimungkinkan karena aliran air dari Sungai Serayu yang semakin deras dan menggerus tebing di ujung jembatan, sehingga menyebabkan jembatan ambruk dan badan jalan pun amblas. Untuk menuju Dusun Dadapan dan Suruhan warga harus memutar melewati Desa Kalilawang dan memakan waktu yang cukup lama. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.