Jumlah Pelanggaran Meningkat, Operasi Keselamatan Lalu Lintas Digencarkan


Apel Operasi Keselamatan Lalu Lintas 2019 di halaman Mapolres Wonosobo, belum lama ini.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mencatat, data jumlah pelanggaran lalu lintas berupa pemberian bukti pelanggaran (tilang) tahun 2017 mencapai sejumlah 833.607 kasus. Sementara pada tahun 2018 jumlah kasus meningkat hingga mencapai 1.243.047 kasus.

Melihat data tersebut ada trend kenaikan kasus tilang mencapai 49 persen. Sementara mengenai teguran pengendara lalu lintas, jika tahun 2017 mencapai sejumlah 833.607 pelanggaran dan tahun 2018 mencapai sejumlah 891.525 pelanggaran atau ada kenaikan trend 7 persen. Hal itu disampaikan Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras, belum lama ini.

Atas hal itu kepolisian memang menggelar
Operasi Keselamatan Lalu Lintas 2019 dengan tema "Dalam rangka cipta kondisi npasca Pileg, Pilres dan menjelang Idul Fitri 2019, guna meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas demi terciptanya Kamseltibcarlantas di wilayah hukum Polres Wonosobo". Operasi digelar 14 hari.

Ada sembilan sasaran utama operasi keselamatan 2019 yang akan dilaksanakan hingga 12 Mei 2019 Serentak di Indonesia, antara lain, pengemudi di bawah umur, pengemudi melawan arus, pengemudi motor berboncengan lebih dari satu, pengemudi dan penumpang motor tidak gunakan helm SNI, pengemudi kendaraan bermotor mabuk karena penyalahgunaan narkoba/miras.

Kemudian, berkendara sambil menggunakan handphone, berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan, kendaraan Bermotor yang tidak dilengkapi kaca spion, knalpot dan TNKB non standart dan kendaraan bermotor bak terbuka untuk angkut orang. Komandan Kodim 0707 Wonosobo Letkol Czi Fauzan Fadli juga menyambut baik operasi tersebut.

Apel Gelar Pasukan Operasi keselamatan lalu lintas 2019 ini, ini sebagai kegiatan dalam rangka menciptakan suasana yang aman, nyaman, damai, tentram setelah acara Pilpres. Sebentar lagi akan memasuki bulan puasa dengan harapan agar umat Islam yang menjalankanya dengan baik, dengan khusyu, keamanan merupakan faktor yang sangat dibutuhkan.

"Kita sebagai aparat keamanan siap mendukung dan membackup itu semua. Masyarakat tidak perlu cemas, takut atau lainnya," ujarnya. Hadir dalam kegiatan itu jajaran Forkopimda Kabupaten Wonosobo, Instansi terkait serta Tokoh Agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Wonosobo. ‎(AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.