Kerugian Akibat Bencana di Temanggung Rp 3,636 Miliar, Terjadi Sepanjang Bulan April 2019


Plt Kalak BPBD Temanggung, Gito Walngadi meninjau kejadian tanah bergerak yang menyebabkan fasilitas umum mengalami retak di wilayah Desa Wates Kecamatan Wonoboyo, Temanggung, belum lama ini.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung mencatat, kejadian bencana alam di kota tembakau selama bulan April 2019 mencapai 151 kali kejadian. Tercatat, kerugian atas kerusakan akibat bencana baik tanah longsor, banjir, angin kencang maupun kebakaran, jumlah total mencapai Rp 3,636 miliar lebih. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bencana tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Temanggung, Gito Walngadi mengungkapkan, kejadian bencana alam di Temanggung sepanjang April telah menimbulkan kerusakan-kerusakan pada rumah-rumah penduduk, fasilitas sosial (fasos), fasilitas umum (fasum) dan lain-lain. "Fasilitas yang mengalami kerusakan ada rumah, jalan, jembatan, drainase, saluran irigasi dan lainnya," ungkapnya.

Lebih lanjut Gito merinci, untuk kerusakan akibat bencana alam tanah longsor tercatat paling tinggi, yakni mencapai Rp 2,589 miliar lebih. Masing-masing, kerugian untuk rumah-rumah penduduk mencapai sebanyak Rp 497 juta, kerugian untuk fasos mencapai 25 juta, kerugian untuk fasum sebesar Rp 2,037 miliar lebih dan kerugian lain-lain mencapai sebesar Rp 30 juta.

Untuk kerugian akibat kejadian kebakaran, lanjut dia, total mencapai sebesar Rp 720 juta. Masing-masing kerugian pada rumah penduduk mencapai Rp 220 juta dan lain-lain mencapai Rp 500 juta. Kemudian kerugian akibat kejadian angin kencang total mencapai sebesar Rp 317,4 juta. Masing-masing rumah penduduk Rp 147,4 juta, fasos mencapai Rp 35 juta dan lain-lain mencapai 135 juta.

Sementara kerugian akibat kejadian banjir total mencapai sebesar Rp 9 juta. Masing-masing rumah penduduk Rp 5 juta dan fasum mencapai Rp 4 juta. Dilihat dari wilayah kecamatan yang sering terdampak bencana, terjadi di empat wilayah kecamatan, antara lain Kecamatan Pringsurat dengan 23 kejadian, Kecamatan Wonoboyo 20 kejadian, Kecamatan Tretep 19 kejadian dan Kecamatan Bulu 13 kejadian.

Sementara 16 wilayah kecamatan lain, angka kejadian kebencanaannya relatif di bawah 10 kali kejadian. Seperti halnya Kecamatan Temanggung atau kota sembilan kejadian, Kecamatan Ngadirejo delapan kejadian, Kecamatan Kaloran dan Parakan masing-masing tujuh kejadian, Kecamatan Kranggan enam kejadian, Kecamatan Bejen, Gemawang, Kandangan dan Tlogomulyo masing-masing lima kejadian.

Untuk Kecamatan Bansari terjadi empat kejadian bencana, Kecamatan Candiroto, Jumo dan Kedu masing-masing tiga kejadian, untuk Kecamatan Selopampang terjadi dua kejadian bencana dan Kecamatan Tembarak satu kejadian. Pihaknya mengimbau warga masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan bencana, karena situasi saat ini masih sering terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang bisa memicu longsor maupun angin kencang. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.