Lagi-lagi Lelang Jabatan Sekda Wonosobo Mundur, Dua Kali Seleksi Tak Ada Pendaftar


Ilustrasi

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Lagi-lagi proses seleksi pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Wonosobo mundur. Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) itu seolah tak diminati para Aparatur Sipil Negara (ASN). Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Wonosobo mengaku, seleksi jabatan Sekda Wonosobo sudah dilakukan dua kali, tetapi tidak ada yang mendaftar.

Pelaksana Tugas BKD Wonosobo, Samsul Maarif membenarkan proses lelang jabatan Sekda mundur dari jadwal yang sudah ditentukan. Hal ini karena proses seleksi jabatan Sekda Wonosobo harus melibatkan pihak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
"Untuk seleksi Sekda Wonosobo sudah dilakukan dua kali tetapi tidak ada yang mendaftar. Dilakukan perpanjangan juga tidak ada yang mendaftar," ujarnya.

Pihaknya juga sudah mengundang para pejabat yang menuhi syarat, namun hanya ada satu yang mendaftar. Kondisi itu mengharuskan dilakukan pola mutasi rotasi, sehingga harus meminta rekomendasi gubernur. Pola mutasi rotasi dilakukan karena proses seleksi Sekda tidak ada yang mendaftar, sehingga Bupati Wonosobo Eko Purnomo mengundang para pejabat yang memenuhi syarat dan berumur 58 tahun.

Pihaknya sudah meminta rekomendasi kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dari jauh-jauh hari, namun karena kesibukan Gubernur Jawa Tengah maka rekomendasi belum didapatkan. "Jumlah pejabat yang berumur 58 ada sembilan orang, namun Pak Bupati hanya mengundang delapan orang. Dari delapan itu yang mengirim makalah hanya tujuh, sehingga yang satu gugur di administrasi," tutur dia.

Sesuai jadwal, kata dia mestinya tes sudah dilakukan Selasa (28/5), tetapi belum bisa dilakukan karena rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) belum turun. Syarat rekomendasi KASN akan turun, jika sudah ada rekomendasi dari gubernur. Padalah pihaknya sudah sudah ke Jakarta untuk meminta rekomendasi KASN, tetapi belum bisa ditandatangani.

Hal ini karena pelaksanaan ujian Sekda Wonosono dengan pola mutasi rotasi harus mendapat rekomendasi dari gubernur terlebih dahulu. "Pak Gubernur yang sudah dimintai rekomendasi jauh hari ternyata meminta bertemu dengan Pak Bupati terlebih dahulu. Kami sudah mengantarkan Pak Bupati, namun belum bisa menemui Pak Gubernur," jelas Asisten Administrasi Setda Wonosobo itu.

Karena rekomendasi KASN harus menunggu rekomendasi gubernur, pihaknya sedang berupaya menjemput langsung rekomendasi dari gubernur. "Setelah ada rekomendasi dari gubernur, kita akan kirim ke KASN. Kemudian KASN akan memproses dan akan mengirim ke sini. Setelah kami terima langsung dilakukan ujian Sekda. Ini sudah melampaui jadwal, namun kita berharap sebelum Lebaran proses seleksi Sekda sudah selesai," harapnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.