Melawan Pemerintah yang Sah Jelas Tidak Dibenarkan, FKUB Wonosobo Tolak People Power


Sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat bersama aparat kepolisian, TNI dan pemerintah serta FKUB melakukan deklarasi damai pasca pemilu.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Wonosobo menolak wacana people power atau aksi massa rakyat dari sebagian kalangan untuk menolak hasil pemilu.

Ketua FKUB Wonosobo Zaenal Sukawi mengaku tidak setuju karena people power dilatarbelakangi oleh proses pemilu yang sudah selesai. Menurut dia, urusan kalah dan menang adalah biasa dalam pertandingan ataupun gelaran pesta demokrasi.

Sukawi mengingatkan bahwa melawan pemerintah yang sah jelas tidak dibenarkan dalam pandangan agama. Kecuali pemerintahnya dzalim dan merampas hak-hak masyarakat. Dia menyerukan agar hasil pemilu diterima sebagai sebuah kenyataan politik.

Dikatakan, jika memang ada pelanggaran, pihak yang menilai ada kacurangan bisa melaporkan kepada lembaga yang berhak memproses seperti Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi. FKUB Wonosobo mengingatkan bagi pemenang pemilu bahwa kemenangan itu adalah amanat rakyat.

“Kekuasaan harus digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya. Bagi yang kalah, hendaknya bersabar untuk ikut kontestasi lima tahun berikutnya. Sebagai anak bangsa harus belajar dari kasus perang saudara di wilayah Timur Tengah.

Tidak ada yang diuntungkan, bahkan mudharatnya sangat besar. Korban jiwa sia-sia, peradaban yang hancur, kemiskinan merajalela, hidup tidak tenang. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.