Pembuat, Penjual, Penyimpan, dan Pengangkut Petasan Bisa Dikenakan Hukuman Minimal 12 Tahun Penjara hingga Maksimal Kurungan Seumur Hidup


Kapolsek Watumalang Iptu Purwanto bersama anggotanya menunjukkan hasil operasi petasan di wilayah hukumnya.

WATUMALANG (FOKUSSABA)- Polsek Watumalang giat memberikan pembinaan dan himbauan kepada masyarakat supaya tidak memproduksi, memperdagangkan, dan menyalakan mercon atau petasan selama bulan Ramadan 1440 Hijriah ini.

Kapolsek Watumalang Iptu Purwanto melalui Kanit Reskrim Polsek Watumalang Aipda Ismanto mengungkapkan, Polisi akan menindak tegas siapa saja yang melanggarnya, terlebih masih dalam rangkaian pemberantasan penyakit masyarakat (pekat).

"Selain menangkap, kami juga akan menyita dan memusnahkan petasan tersebut karena dalam Undang-undang Darurat no 12 Tahun 1951 tentang bunga api, di dalamnya sangat jelas disebutkan, mana benda yang boleh dan mana benda yang tidak boleh diledakan", jelasnya di Polsek Watumalang, Sabtu (18/5) pagi.

Menurut dia, di Undang-Undang (UU) Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan Pasal 187 Kitab Undang-Undang Hukum (KUH) Pidana tentang bahan peledak, telah diatur soal bahan peledak yang dapat menimbulkan ledakan serta dianggap mengganggu lingkungan masyarakat.

Didalamnya dijelaskan, pembuat, penjual, penyimpan, dan pengangkut petasan bisa dikenakan hukuman minimal 12 tahun penjara hingga maksimal kurungan seumur hidup. Jadi kepolisian terus berupaya memberi edukasi kepada masyarakat di seluruh lapisan.

Memang hal itu diakui tidak semudah membalikan telapak tangan, apalagi jika itu sudah berhubungan dengan adat kebiasaan yang sudah membudaya di masyarakat.
"Untuk menjaga kesucian dan kenyamanan pelaksanaan ibadah selama bulan Ramadan, kami terus giat memberikan edukasi dan sosialisasi ini," tandasnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.