Pemilik Uang Palsu Rp 32,75 Juta Bonyok di Bogem Warga


Petugas kepolisian tak berseragam mengamankan pelaku dan barang bukti uang palsu di depan Toko Kartika Kelurahan Kertek, Kecamatan Kertek, Wonosobo, Senin (20/5) pagi.

KERTEK (FOKUSSABA)- Uang palsu senilai Rp 32.750.000 yang hendak diedarkan di wilayah Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo berhasil disita petugas Polsek Kertek, Senin (20/5) pagi. Seorang pelaku dibekuk petugas bersama warga di depan Toko Kartika Kelurahan Kertek, Kecamatan Kertek dan digelandang ke Mapolsek Kertek untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Wonosobo, AKBP Abdul Waras melalui Kasubbag Humas Polres Wonosobo, Iptu Heldan Pramoda Wardana tersangka berinisial AW (33) warga Semawung Daleman RT 01 RW 07, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo. Untuk rincian uang yang diamankan uang pecahan Rp 100.000 sebanyak Rp 19.400.000 dan uang pecahan Rp 50.000 sebanyak Rp 13.350.000.

Menurut dia, peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 06.00, saat korban yang bernama Wahid Miftahudin (39) warga Kelurahan Kertek, Kecamatan Kertek sedang berjualan jajanan di Pasar Pagi Kertek, tepatnya sebelah timur atau di depan Toko Kartika Kertek. "Saat korban berjualan, datang pelaku membeli jajanan seharga Rp 7.000 menggunakan uang pecahan Rp 50.000," ungkapnya.

Setelah korban menerima uang tersebut, ia merasa curiga dengan uang pecahan Rp 50.000 yang seperti uang palsu. Korban pun langsung berusaha mengamankan pelaku, tetapi secara tiba-tiba pelaku melarikan diri ke arah Kampung Campursari Kelurahan Kertek. Korban bersama warga kemudian mengejar pelaku sambil berteriak minta tolong kepada warga sekitar.

Akhirnya pelaku berhasil diamankan oleh warga di depan Masjid Al Jihad Kertek dan sempat mendapat bogem mentah warga.
Para warga dibantu anggota kepolisian yang masih belum berseragam akhirnya dapat mengamankan pelaku. Kemudian warga menghubungi petugas Poksek Kertek dan pelaku segera digelandang di Polsek Kertek guna pemeriksaan lebih lanjut.

Kemudian dari tangan tersangka turut diamankan segepok uang pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000. "Pelaku dengan sengaja mengedarkan uang palsu pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000 itu dengan cara membeli jajanan pasar. Tapi modus operandi yang pelaku rupanya diketahui korbannya," beber dia. Dari kasus terbuat, pelaku diancam mengenai tindak pidana Uang Palsu karena melanggar pasal 245 KUHP. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.