Pemkab Diminta Tegas Jika Memang Ada Oknum Lakukan Kecurangan Ujian Seleksi Perangkat Desa di Kepil


Puluhan warga yang gagal dalam seleksi perangkat desa di wilayah Kecamatan Kepil mengadu ke Kepala Bagian Pemerintahan Setda Wonosobo Tono Prihatono di gedung Setda (15/5) siang.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Puluhan warga yang gagal dalam seleksi perangkat desa di wilayah Kecamatan Kepil, menuntut kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersikap tegas kepada oknum, baik dari pihak desa maupun Kecamatan Kepil yang melakukan kecurangan dalam perekrutan perangkat desa di Kecamatan Kepil.

Mereka berasal dari sebelas desa di Kecamatan Kepil yang sengaja menggeruduk Kantor Bupati Wonosobo, Rabu (15/5) kemarin. Kedatangan puluhan peserta seleksi yang gagal memang untuk mengadukan dugaan kecurangan dalam pelaksanaan tes perangkat desa serentak di wilayah Kecamatan Kepil.

"Kedatangan kami untuk mengadukan terkait dugaan kecurangan dalam pelaksanaan tes pengisian perangkat desa di sebelas desa di Kecamatan Kepil. Kami meminta kepada pemerintah daerah untuk mengkaji kembali pelaksanaan perekrutan perangkat desa yang diindikasi ada kecurangan ini," ujar salah satu peserta seleksi perangkat desa, Slamet Santosa.

Pihaknya juga meminta bukti-bukti dugaan adanya kecurangan untuk segera diamankan agar bisa dilakukan pembuktian apakah ada kecurangan atau tidak. Apabila kecurangan tersebut memang terbukti benar adanya, pihaknya meminta agar peserta yang lolos pada seleksi kemarin untuk didiskualifikasi atau tidak dilantik dan dilakukan proses perekrutan ulang.

Dalam perekrutan ulang tersebut jelas sudah diatur dalam Perbup, yaitu bagi peserta yang melakulan kecurangan tidak bisa diikutkan kembali dalam proses perekrutan ulang. "Kami menuntut Pemkab Wonosobo bersikap tegas kepada oknum, baik dari pihak desa maupun Kecamatan Kepil yang melakukan kecurangan dalam perekrutan perangkat desa di Kepil ini," pintanya.

Menurutnya, kecurigaan terhadap kecurangan pengisian perangkat desa tersebut karena semua peserta ujian yang memiliki nilai tinggi dan lulus dalam ujian tersebut bisa menjawab dengan benar pada soal ujian nomor 70 sampai dengan nomor 100. Padahal di nomor-nomor tersebut, katanya, merupakan soal yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.

"Semua peserta yang lolos seleksi perekrutan perangkat desa yang berasal dari delapan desa mendapat hasil yang sempurna pada soal nomor 70 sampai dengan 100 atau tidak ada kesalahan pada soal nomor tersebut. Indikasi kecurangan juga terlihat saat pelaksanaan tes, yaitu tidak tersedianya lembar jawaban dan kami dipaksa harus mengerjakan di lembar soal," terang dia.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah apabila ada lembar jawaban nantinya akan mudah dibaca ketika ada kecurangan. "Indikasi kecurangan semakin kuat karena ini terjadi secara masif di sebelas desa yang mengadakan perekrutan perangkat desa di Kecamatan Kepil," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Wonosobo, Tono Prihatono mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pengecekan ke pihak kecamatan dan panitia pengisian perangkat desa terkait dugaan kecurangan tersebut. "Kami akan undang dan lakukan klarifikasi terhadap piha kecamatan dan panitia pengisian perangkat desa," tuturnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.