Penggunaan Lampu Pintar Dinilai Penting untuk Mengganti Lampu Bolham Rawan Mati


Petugas Disperkimhub Wonosobo memperbaiki lampu penerangan jalan yang mati.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Bupati Wonosobo Eko Purnomo meminta fasilitas lampu penerangan jalan umum (PJU) di berbagai wilayah dapat memberikan manfaat optimal bagi para pengguna jalan. Hal itu mengingat saat ini aktivitas warga di malam hari juga cukup tinggi. “Apabila memungkinkan, alternative lampu pintar (Smart Lamp) saya kira bisa dipergunakan untuk mengganti lampu dengan bolam biasa yang rawan mati,” ungkap Bupati Eko.

Hal itu disampaikan disela melakukan inspeksi sejumlah JPU di Dusun Losari, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Selomerto, Wonosobo, belum lama ini. Kepada Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub), Bagyo Sarastono yang turut dalam inspeksi tersebut, Bupati juga meminta Disperkimhub sebagai penanggung jawab PJU melakukan survei berkala dan cek fungsi lampu.

Hal itu agar apabila ada PJU yang mati penggantian dapat dilakukan segera agar tidak sampai mengganggu aktfitas warga masyarakat. Menanggapi arahan Bupati, Kepala Disperkimhub Bagyo Sarastono mengaku pihaknya terus berupaya memastikan semua lampu PJU selalu berfungsi baik. Salah satu contoh, disebut Bagyo adalah ketika ada lampu PJU di Dusun Losari yang mati.

Tim dari Disperkimhub langsung turun ke lokasi untuk menggantinya. Terkait smart lamp sebagai alternatif penggantian lampu konvensional, Bagyo menyebut masih harus berhitung dengan kapasitas anggaran. “Alternatif lain sebagai pengganti lampu konvensional, bisa juga dengan lampu LED yang memiliki usia pakai lebih lama dan hemat energy,” terang Bagyo.

Sejumlah fasilitas PJU yang telah dipasang belum lama ini, menurutnya juga tidak lagi menggunakan listrik PLN, karena telah memanfaatkan teknologi solar sell, alias panel surya untuk tenaganya. Terkait smart lamp, Kepala Seksi Teknologi Jaringan Bidang Informatika Diskominfo, Wajiran mengaku tengah berupaya menghubungi sejumlah pihak penyedia jasa.

“Untuk smartlamp memang ada, namun saat ini belum ada pengguna di Indonesia, karena secara harga juga sangat mahal,” terang Wajiran. Namun, sebagai alternatif, Wajiran menyebut aplikasi untuk manajemen lampu PJU sudah ada penyedia jasanya.

Harga untuk aplikasi tersebut, menurutnya juga masih dalam kategori terjangkau dan sudah dapat dimanfaatkan sebagai sarana pemantau fungsi PJU di Wonosobo. Penggunaan aplikasi untuk monitoring fasilitas lampu PJU, diakui Wajiran menjadi bagian dari program Wonosobo Smart City. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.