Perusahaan Wajib Bayar THR Keagamaan H-7 Lebaran, Pekerja Baru Sebulan Tetap Harus Dapat THR


TATA PRODUK : Sejumlah pekerja di salah satu swalayan di bilangan kota Temanggung menata produk di lemari es maupun etalase swalayan tersebut kemarin.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Temanggung meminta seluruh perusahaan maupun pelaku usaha yang mempekerjakan karyawan, wajib membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Keagamaan. Hal itu disampaikan dinas melalui Surat Edaran Nomor: P/472/560/V/2019 tentang Pemberian THR Tahun 2019 kepada ratusan pimpinan perusahaan di wilayah Temanggung.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Temanggung, Suminar Budi Setiawan menyebutkan, sejak dibuat tanggal 10 Mei 2019, pihaknya telah menyebarkan surat edaran tersebut kepada para pimpinan perusahaan atau pelaku usaha di wilayah Kabupaten Temanggung. "THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum Hari Raya Keagamaan," tulisnya dalam salah satu point surat edaran tersebut.

Menurut dia, berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan, bagi pekerja atau buruh di perusahaan, pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan pengusaha kepada para pekerja atau buruh. THR Keagamaan diberikan kepada pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih.

Dia menyebutkan untuk besaran THR Keagamaan, bagi pekerja atau buruh dengan masa kerja 12 bulan terus menerus atau lebih diberikan THR sebesar satu bulan upah. Sementara pekerja atau buruh dengan masa kerja satu bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional dengan perhitungan masa kerja dibagi 12 bulan dikalikan nominal satu bulan upah.

Bagi perusahaan yang telah menetapkan besaran nilai THR Keagamaan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau kebiasaan yang telah dilakukan lebih besar dari nilai THR Keagamaan yang ada dalam ketentuan, maka THR Keagamaan yang dibayarkan kepada para pekerja atau buruh, sesuai dengan perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama atau kebiasaan yang telah dilakukan.

Lebih lanjut dikatakan, THR Keagamaan tersebut diberikan kepada pekerja atau buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha, baik untuk perjanjian kerja tertentu maupun perjanjian tidak tertentu. THR keagamaan merupakan pendapatan non upah yang wajib dibayarkan pengusaha kepada pekerja atau buruh menjelang Hari Raya Keagamaan. Tunjangan ini diberikan satu kali dalam satu tahun sesuai agama masing-masing pekerja atau buruh.

Menurut Kepala Seksi Syarat Kerja Bidang Hubungan Industrial dan Syarat Kerja Suriyanto, pihaknya juga membuka posko pengaduan terkait THR Keagamaan di kantor dinasnya. Jika terdapat perusahaan telat membayarkan THR kepada pekerja atau buruh, maka sanksi administratif maupun sanksi denda bisa diberikan. "Namun itu ranahnya bagian pengawas, kami lebih kearah pembinaan," ujarnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.