Area Udara di Atas Pulau Jawa, Dinilai Jadi Salah Satu Jalur Penerbangan Tersibuk di Dunia


Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras meninjau gelaran festival balon udara dengan cara ditambatkan yang dilakukan warga Desa Kembaran Kecamatan Kalikajar, Wonosobo.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti, menghimbau masyarakat untuk tidak lagi melepaskan balon udara yang tidak sesuai ketentuan. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 tahun 2018 dinilai menjadi solusi dari pemerintah agar budaya masyarakat bisa tetap berjalan tapi tidak membahayakan keselamatan penerbangan.

"Kalau masih ada yang menerbangkan secara liar, maka penegakan hukum akan berjalan. Sebab sesuai Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009, itu ada sanksi pidananya. Dan kami bersama aparat penegak hukum akan menindak tegas,” ujar Polana dalam siaran pers yang diterima @fokussaba, Jumat (7/6) pagi.

Disampaikan Polana, area udara di atas Pulau Jawa merupakan salah satu jalur penerbangan tersibuk di dunia. “Di atas Pulau Jawa itu banyak jalur penerbangan, salah satunya W45 yang merupakan satu dari lima rute tersibuk di dunia. Jadi banyak sekali pesawat yang melintas baik domestik maupun internasional, dan sangat bahaya kalau sampai bertabrakan dengan balon udara,” terang Polana.

Dia menambahkan, TNI dan Polri juga terus menggelar operasi untuk menangkap balon udara liar dan pelakunya. “Bapak-Bapak TNI dan Polri di lapangan terus bekerja dan sudah banyak barang bukti diamankan. Kami himbau sekali lagi masyarakat untuk tidak menerbangkan balon liar, kalau tidak akan berhadapan dengan hukum.

Untuk diketahui, AirNav Indonesia kembali menggelar festival balon udara bertajuk “Java Traditional Balloon Festival 2019” di Stadion Hoegeng, Pekalongan pada Rabu (12/6). Sedangkan di Wonosobo digelar pada tanggal 15 Juni 2019 di Desa Wisata Pagerejo Kecamatan Kertek Wonosobo.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto menyebutkan sosialisasi dilakukan AirNav lewat berbagai cara, mulai dari kecamatan, komunitas balon, pemuka agama hingga ke sekolah-sekolah. Bahkan, AirNav akan menggelar Java Balon Festival 2019 di Pekalongan dan Wonosobo pekan depan.

“Sebagai bagian dari upaya sosialisasi balon udara yang aman dan sesuai ketentuan PM 40 tahun 2018, kami mengadakan festival balon. Ini yang kedua setelah tahun sebelumnya kami adakan. Tujuannya adalah agar masyarakat tidak lagi menerbangkan balon liar, tapi ikit di festival ini,” jelasnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.