Banyak Pencetakan KK Baru, Disdukcapil Sebut Karena Perubahan Elemen Data


Petugas Disdukcapil Temanggung memberikan pelayanan kepada masyarakat yang datang ke kantor tersebut, kemarin.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Temanggung mencatat, permintaan pencetakan kartu keluarga (KK) atau legalisir KK, saat momen Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) meningkat. Meskipun demikian, pihak Disdukcapil menegasakan pencetakan KK baru, lantaran terdapat perubahan elemen data, sehingga masyarakat melakukan permohonan pencetakan KK baru.

Kepala Bidang Pelayanan Pendafaran Penduduk Disdukcapil Temanggung, Ariani Puji Rahayu menyebutkan, memang dalam beberapa pekan terakhir permohonan pencetakan KK baru meningkat. Tercatat, dalam sehari, rata-rata permohonan yang masuk ke Disdukcapil Temanggung mencapai sekitar 350 orang. "Itu permohonan masyarakat yang datang ke kantor, tapi bukan hanya untuk permohonan KK saja, tapi layanan lain juga," ungkapnya, kemarin.

Menurut dia, berdasarkan ketentuan mengenai PPBD sistem zonasi, keterangan domisili berdasar alamat KK diterbitkan minimal setahun sebelumnya. Namun demikian, kata dia, namanya data kependudukan memang bisa saja selalu berubah, seiring perubahan elemen data. Baik hal itu karena adanya penambahan jumlah keluarga baru, ataupun ada bagian keluarga yang keluar dari KK, seperti halnya ada yang menikah dengan membuat KK baru atau karena ada yang meninggal dunia.

Lebih lanjut dijelaskan, jika ada yang meninggal dunia, tentu KK harus diperbaharui, karena elemen data akan berubah. Begitupun jika ada bagian dari keluarga yang pindah atau karena menikah, maka penerbitan KK baru juga diperlukan. Begitupun, jika ada penambahan bagian dari keluarga seperti halnya ada yang melahirkan atau penambahan anggota keluarga lain yang datang, maka penerbitan KK baru diperlukan.

"KK kan diproduksi karena lahir mati pindah datang jadi kalau ada elemen data yang berubah tentu harus diperbaharui. Jadi, kalau ketentuannya KK harus satu tahun sebelumnya, tentu bisa saja ada perubahan data dan harus diperbaharui. Ketentuan mengenai domisili penduduk, harusnya dibuktikan dengan surat keterangan dari pemerintah wilayah baik dari RT, RW, desa atau kelurahan dan kecamatan," beber dia.

Selain itu, perubahan elemen data juga bisa saja terjadi karena kasus cerai, baik cerai hidup maupun cerai mati. Ada juga perubahan-perubahan lain, seperti halnya jika ada anggota keluarga ingin mengganti jenjang kelulusan pendidikan. "Karena sudah ada peningkatan jenjang pendidikan, maka KK juga harus diperbaharui jika ingin difungsikan sebagai identitas keluarga," terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Temanggung, Ujiono menyebutkan, ketentuan mengenai PPDB sistem zonasi memang harus dilampirkan KK yang dikeluarkan satu tahun sebelumnya. "Jika memang ada orang tua yang pindah domisili hanya ingin lebih dekat dengan sekolah yang dianggap favorit ya cukup miris saja. Semoga saja tidak ada," ujarnya (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.