BNNK Temanggung Waspadai Peredaran Pil dan Lem Zat Berbahaya di Kalangan Pelajar


Ilustrasi pil koplo


TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Temanggung mewaspadai penggunaan pil maupun lem zat berbahaya di kalangan pelajar di wilayah Kabupaten Temanggung. Sebab, pihaknya banyak menjumpai kasus pelajar menggunakan pil maupun lem dalam penyalahgunaan zat-zat berbahaya atau narkoba. "Tahun ini kami bisa menekan peredaran ganja dan sabu, tapi penggunaan pil dan lem malah banyak," ungkap Kepala BNNK Temanggung, AKBP Renny Puspita.

Menurut dia, penyalahgunaan penggunaan pil-pil maupun lem, saat ini memang menjadi kewaspadaan dan perhatian serius BNNK Temanggung. Karena, masih banyak kalangan remaja, khususnya pelajar di sekolah-sekolah yang melakukan penyalahgunakan barang berbahaya tersebut. "Kita sudah berupaya melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah maupun apotek di Kabupaten Temanggung," beber dia usai peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), Rabu (26/6) pagi.

Dijelaskan, tingkat partisipasi petugas apotek saat memperjualbelikan obat-obatan kepada masyarakat sudah bagus. Petugas apotek di Temanggung senantiasa mempertanyakan penggunaan obat, yang dibeli oleh masyarakat, lebih khusus kepada pelanggan anak-anak. Hal ini dinilai menjadi salah satu upaya melakukan pengawasan dan pencegahan tindakan penyalahgunaan obat-obatan di kalangan remaja ataupun pelajar.


Kepala BNNK Temanggung, AKBP Renny Puspita berfoto bersama dengan Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq dan jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Temanggung usai Apel Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di halaman Kantor Bupati, Rabu (26/6) pagi.

Lebih lanjut Renny menyebutkan pada momentum HANI 2019, akan semakin menguatkan BNNK Temanggung dalam hal sosialisasi kepada masyarakat maupun kepada penyalahguna. Karena tema yang diusung peringatan HANI Nasional "Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas", pihaknya berupaya meningkatkan pengetahuan bahaya narkoba kepada generasi milenial di sekolah-sekolah di wilayah Temanggung.

Hal ini bertujuan agar generasi milenial di Temanggung benar-benar menjadi generasi yang sehat untuk bisa mengejar cita-cita yang diharapkan. "Mungkin dalam 10 atau 20 tahun kedepan, kalau generasi milenial Temanggung sehat, mereka akan bisa menjadi Bapak Bupati, bisa jadi Dandim dan sebagainya. Itu merupakan komitmen kegiatan HANI yang kami lakukan di tahun ini," beber dia di halaman Kantor Bupati Temanggung.

Selain itu, pihaknya juga terus melaksanakan sosialisasi program rehabilitasi dan pasca rehabilitasi, karena saat ini pihaknya telah memiliki Klinik Pratama BNNK Temanggung dan Lembaga Rehabilitasi Sosial Pecandu dan Korban Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). "Kami memang sangat berkomitmen untuk menyehatkan warga Temanggung. Semoga kedepan bisa nol kasus," tandas dia. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.