Bupati Wonosobo Minta Kepala Sekolah Ojo Sok Dumeh, Ojo Sok Kuoso


Perwakilan kepala sekolah menandatangani berkas pengangkatan disaksikan Bupati Wonosobo Eko Purnomo di Pendapa Kabupaten Wonosobo, belum lama ini.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Bupati Wonosobo Eko Purnomo meminta para kepala sekolah yang baru dilantik tak main-main dalam menjalankan peranannya, dan hanya bekerja untuk orientasi status atau kedudukan, besaran materi, atau hanya karena tuntutan tugas semata. Hal ini karena tantangan dunia pendidikan di Wonosobo saat ini cukup besar, mengingat angka putus sekolah dan rata-rata lulus sekolah warga di Wonosobo masih rendah.

Hal itu ditegaskan Bupati Eko Purnomo usai melantik Seratusan Kepala Sekolah di Pendapa Kabupaten Wonosobo, baru-baru ini. Pelantikan dan pengucapan sumpah jabatan bagi guru yang ditugaskan sebagai kepala sekolah diberikan kepada 100 orang, dengan rincian 72 orang kepala SD dilantik, diambil dari rotasi jabatan kepala sekolah. Sementara kepala SMP terdiri dari tujuh orang dari pengangkatan kepala sekolah baru dan 21 orang dari rotasi kepala sekolah.

Terkait pengangkatan tersebut berdasar Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 824/0094/BKD/2019 tentang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian dalam atau dari Jabatan Guru yang ditugaskan sebagai Kepala Sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo. "Para kepala sekolah yang baru juga harus selalu menjaga komitmen, terutama terhadap perubahan yang signifikan, terkait kualitas pendidikan baik guru maupun siswa dimana mereka ditempatkan," pintanya.

Dijelaskan, pelantikan dan pengucapan sumpah jabatan tersebut merupakan mekanisme kepegawaian yang memang harus dilaksanakan dengan berbagai pertimbangan logis, serta melalui seleksi maupun mekanisme sesuai prosedur yang ada. Oleh karena itu, orang nomor satu di Kabupaten Wonosobo itu ingin mengingatkan kepada para kepala sekolah yang baru dilantik, agar bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Ojo sok dumeh atau bahkan sok kuoso, namun tauladanilah Ki Hadjar Dewantara yang merupakan tokoh pendidikan, dengan semboyannya; “ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”.
Kepala sekolah merupakan jabatan yang strategis dalam penyelenggaraan pendidikan. Kepala sekolah dituntut harus memfokuskan diri, dalam memikirkan upaya untuk mengembangkan sekolah yang dipimpinnya," beber dia.

Dia juga minta kepada para kepala sekolah agar tidak gegabah dalam membuat kebijakan terkait penambahan sumber daya manusia (SDM), baik tenaga pendidik maupun administrasi. "Jika ada persoalan kepegawaian, agar dikonsultasikan atau dikoordinasikan lebih dulu kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Wonosobo," pintanya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.