Dandim Minta Kedepan Tak Ada Lagi Balon Liar, Ratusan Balon Udara Meriahkan Festival Balon 2019 di Lapangan Pagerejo Kertek


Sejumlah warga berupaya menerbangkan balon udara saat festival balon udara yang digelar di Desa Pagerejo Kecamatan Kertek, Wonosobo, Sabtu (15/6) pagi.

KERTEK (FOKUSSABA)- Kodim 0707/Wonosobo turut serta dalam memeriahkan festival balon udara yang digelar di Desa Pagerejo Kecamatan Kertek, Wonosobo, Sabtu (15/6) pagi. Dalam festival tersebut, Kodim menerbangkan dua balon dengan cara ditambatkan, sebagai bentuk kepedulian terhadap aturan larangan penerbangan balon secara liar.

Komandan Kodim 0707 Wonosobo, Letkol Czi Fauzan Fadli menyampaikan, semua masyarakat khususnya di Wonosobo diimbau kedepan tidak menerbangkan balon secara liar. Karena, jika menerbangkan balon secara liar, maka itu sangat berbahaya bagi dunia penerbangan. "Kami menyadari bahwa menerbangkan balon itu sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Wonosobo," ujarnya.

Akan tetapi, kata dia jika kegiatan tersebut membahayakan, maka perlu dibuat sebuah aturan yang bisa memadahi kegiatan tersebut. Salah satunya adalah dengan cara menerbangkan balon ditambatkan. Kodim memang sengaja menerbangkan dua balon sebagai bentuk kepedulian dan apreasi dari pemerintah tentang larangan menerbangkan balon secara liar.

Baca jugapergerakan-balon-udara-liar-jadi.

Untuk itu Kodim menerbangkan balon ditambatkan sebagai contoh bagi masyarakat agar kegiatan seperti ini bisa ditiru. Sementara itu, Direktur Navigasi Penerbangan, Asri Santosa mengatakan, penyelenggaraan festival balon udara yang ditambatkan ini merupakan salah satu solusi untuk tetap melestarikan tradisi masyarakat sambil mengedukasi tentang keselamatan penerbangan.

“Guna memberikan edukasi dan contoh kepada masyarakat tentang bagaimana cara menerbangkan balon udara yang terkendali dan tidak membahayakan keselamatan penerbangan. Yang perlu sadari bersama adalah penerbangan balon udara secara bebas akan berpotensi menganggu operasional penerbangan pesawat udara dan membahayakan keselamatan penerbangan,” ujarnya.

Pihaknya berharap, ke depannya ajang festival ini dapat menjadi event tahunan yang atraktif, sehingga mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke Wonosobo. Di lokasi yang sama, Direktur Keselamatan, Keamanan dan Standarisasi Airnav Indonesia, Yurlis Hasibuan menyebutkan bahwa festival yang kedua ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya.

Tahun ini diselenggarakan secara mandiri oleh tim panitia dari Kabupaten Wonosobo dan melibatkan komunitas balon Wonosobo. Dalam kegiatan tahun ini Airnav tidak menjadi penyelenggara acara, namun hanya memberikan dukungan. “Kita sebagai supporting saja. Festival kali ini diikuti oleh 106 peserta. Lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Jumlah 106 ditambah lagi dengan 13 balon exhibitor dari sponsor event ini,” kata dia.

Dengan jumlah peserta yang membludak, balon udara yang dipamerkan pun dibagi menjadi dua sesi. Tak hanya peserta yang membludak, masyarakat juga tampak antusias dan membanjiri lokasi acara. “Semoga tahun ke depan peserta bisa lebih banyak lagi, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang melepaskan balon secara liar, semuanya ikut dalam festival ini,” harap dia. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.