Dandim Wonosobo Ingin Momen Lebaran Dijadikan Wadah Kembali Menyatukan Perbedaan PascaPemilu


Komandan Kodim 0707 Wonosobo, Letkol Czi Fauzan Fadli mengajak sejumlah perwira staf dan Danramil ke ke tempat Pengasuh Pondok Pesantren Al Mansur Wonosobo, KH Chaedar Idris, Rabu (12/6) kemarin.

WONOSOBO (FOKUSSABA)
- Komandan Kodim 0707 Wonosobo, Letkol Czi Fauzan Fadli mengajak para tokoh agama untuk membantu menciptakan Wonosobo yang aman dan damai pascapelaksanaan pemilihan umum. "Bangsa Indonesia baru saja melaksanakan pesta demokrasi yang saat ini untuk di tingkat pusat masih ada permasalah," ungkapnya saat melakukan silaturahim ke tempat Pengasuh Pondok Pesantren Al Mansur Wonosobo, KH Chaedar Idris, Rabu (12/6) kemarin.

Pihaknya sangat berterima kasih kepada para ulama yang telah ikut membantu baik secara langsung maupun tidak langsung menciptakan kondisi yang aman dan kondusif di wilayah Wonosobo selama ini.
"Biarkan permasalah tersebut diselesaikan oleh instansi yang bersangkutan. Kita sebagai orang yang berada di wilayah cukup mengetahui dan memantau saja. Tidak usah ikut-ikutan menyelesaikan, karena sudah ada institusi yang menanganinya," ujarnya.

Menurut dia, di bulan yang baik ini, pascasebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan, hendaknya bisa dijadikan sebagai sarana menghilangkan rasa perbedaan pendapat, menjadi sebuah suasana yang penuh keakraban, demi persatuan dan kesatuan bangsa. "Tidak ada untungnya kalau kita terjadi perpecahan sesama anak bangsa. Yang ada akan menimbulkan kehancuran negeri ini," imbaunya kepada masyarakat.

Dijelaskan, setelah sebulan penuh umat Islam melaksanakan puasa, maka tiba saatnya merayakan Lebaran. Dalam tradisi lebaran di Indonesia ada sebuah tradisi yang sangat baik yaitu silaturahmi ke semua orang. Hal ini juga yang dilakukan oleh Komandan Kodim Letkol Czi Fauzan Fadli dengan mengajak para perwira staf serta Danramil mengadakan silaturahmi ke beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Sementara itu KH Chaedar Idris mengucapkan terima kasih atas kunjungan rombongan dari Kodim itu menunjukan, bahwa para ulama dan umara’ terjalin hubungan yang harmonis. "Ini sangat baik pada ketenangan dan kedamaian dimasyarakat banyak. Dengan silaturahmi tersebut banyak manfaat yang diperolehnya. Salah satunya saling tukar informasi tentang situasi dan kondisi yang ada di sekitar kita," ungkapnya.

Diharapkan apa yang ingin disampaikan oleh masing-masing pihak bisa diutarakan. Dengan kujungan aparat keamanan ini ke para kyai, maka rakyat yang melihat akan merasa aman, tentram dan damai. Sebab melihat aparat keamanan saling silaturahmi sehingga apabila terjadi permasalahan, maka akan segera teratasi. Masyarakat hanya butuh rasa aman, dengan rasa aman tersebut maka rakyat bisa beraktifitas sesuai dengan bidangnya masing-masing dengan nyaman. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.