Dituding Lakukan Ujaran Kebencian dan Provokasi, Akun Facebook Aris Suhartanto Dilaporkan ke Polisi


Pengurus GP Ansor Wonosobo melaporkan akun facebook Aris Suhartanto kepada Polres Wonosobo, Selasa (4/6) sore.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Dituding telah melakukan ujaran kebencian dan provokasi, Pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Wonosobo melaporkan pemilik akun Facebook Aris Suhartanto kepada Polres Wonosobo. Status facebook yang menjelekkan Banser Wonosobo itu bergulir dalam group Facebook bernama Paguyuban Wonosobo (Pawon) akhir-akhir ini.

Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Wonosobo, Santoso usai mengadukan hal itu kepada pihak Polres Wonosobo, Selasa (4/6) sore, meminta seluruh anggota Banser untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Saat ini, katanya, dia dan jajarannya tengah menunggu gelar perkara oleh pihak berwajib yang rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Akun Facebook bernama Aris Suhartanto, kami nilai sudah sangat meresahkan. Disana dia menulis status yang kami nilai sangat tidak pantas. Statusnya mengundang kemarahan anggota Banser Wonosobo," katanya. Dijabarkan, dalam status Aris berisi ujaran kebencian juga provokasi dengan mengata-ngatai Banser.

Aris dalam statusnya juga sempat menantang anggota Banser untuk berduel. Dasar itulah yang membuat Santoso dan jajarannya melakukan upaya hukum. Santoso menilai, status Aris di facebook mengandung konten berita bohong, menyebarkan kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Namun demikian, ia mengaku memasrahkan sepenuhnya, kepada aparat berwajib untuk menilai dan menindak kasus tersebut. "Biar nanti penyidik yang menilai. Pasal apa yang pantas dikenakan kepada pelaku. Barang bukti sudah kami serahkan tadi," ujarnya. Santoso, berharap polisi segera bertindak. Sebab statusnya sudah sangat merugikan Ansor-Banser, juga masyarakat Wonosobo pada umumnya.

Wakil Ketua Bidang Media dan Humas PC GP Ansor Wonosobo, Ahmad Zaenudin menambahkan, dalam status Aris juga ada nada merendahkan warga Wonosobo. Terutama mengenai pekerjaan warga Wonosobo yang merantau ke luar negeri. "Disitu ada kata-kata merendahkan tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di luar negeri," ungkapnya.

Terutama perempuan di empat kecamatan yang dikatai 99 persen berprofesi sebagai perempuan tidak baik. Coba cek saja. Atau teman-teman juga sudah pada tau. Namun demikian, sosok yang akrab dipanggil Zen ini menjelaskan, titik tekan yang diadukan Ansor pada Selasa petang baru sebatas status yang menyerang Banser.

"Ya kalau ada yang mau mengadukan lagi monggo. Bagus. Jika melihat legal standing yang boleh melaporkan adalah orang yang kepentingannya dilanggar, jadi siapapun bisa melaporkan. Kan disana juga mengatai orang orang Wonosobo, perempuan Wonosobo," tutupnya. (AB)

1 komentar:

  1. Yang punya akun sudah tertangkap apa baru pengaduan? klo saya nggak di rantaupun tetep bareng2 ikut melaporkan...karna akun tersebut sudah keterlaluan...klo sudah ketangkap orang yang punya akun mohon untuk dihukum seberat2nya...bila perlu seumur hidup...coba klo orang2 kecamatan xbwng,kaliwiro,wadaslintang semuanya melaporkan...pastinya sangat berat hukumanya...

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.